Home / dunia islam terkini / PENENTUAN AWAL MULAI PUASA BULAN RAMADHAN

PENENTUAN AWAL MULAI PUASA BULAN RAMADHAN

Masalah Keempat

Bagaimana cara menentukan awal bulan Ramadhan?

 

Puasa Ramadhan wajib dilaksanakan, jika salah satu dari ketiga hal berikut terjadi, yaitu:

  1. Ketika para ulama sepakat bahwa jumlah hari dalam bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, dan bertetapan dengan itu hilal yang menunjukkan awal bulan Ramadhan terlihat.

 

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Berpuasalah, jika kalian telah melihat bulan! Dan berbukalah, jika kalian telah melihat bulan!” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

  1. Ketika awan atau kabut menutupi tempat munculnya bulan pada malam ke-30 bulan Sya’ban.

Ibn Umar meriwayatkan, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Berpuasalah, jika kalian telah melihat hilal! Jika pandangan kalian tertutup oleh awan, persempitlah bilangan bulan Sya’ban!” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Yang dimaksud dengan “mempersempit bilangan Sya’ban” adalah menganggap jumlah hari dalam bulan Sya’ban hanya 29 hari. Diriwayatkkan bahwa ketika tempat munculnya hilal tertutup awan dan kabut, Ibn Umar berpuasa pada pagi harinya. Ibn Umar adalah seorang periwayat hadis yang telah mengamalkan cara ini sebagai bentuk penafsirannya terhadap hadis tersebut.

 

Dalam riwayat lain, ketika tempat munculnya hilal tertutup awan atau kabut, Ibnu Umar tidak berpuasa pada pagi harinya. Sesuai dengan sabda nabi s.a.w., “Jika pandangan kalian tertutup oleh awan maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari!”

 

  1. Jika seseorang telah melihat hilal, dia wajib berpuasa. Ibn Umar berkata, “Ketika orang-orang muslim melihat bulan, aku memberitahukan kepada Rasulullah bahwa hilal telah terlihat. Maka Rasulullah pun berpuasa, kemudian beliau memerintahkan kami berpuasa.”

Di antara cara mengetahui masuknya bulan Ramadhan adalah dengan penyaksian (ru’yah hilal). Penyiksaan. dapat diterima meskipun hanya dari satu orang. Penyiksaan yang dianggap benar adalah penyiksaan yang dilakukan dengan menggunakan mata telanjang.

Perlu diketahui bahwa umat kita adalah umat yang buta huruf, maka penentuan masuknya bulan Ramadhan tidak dapat disandarkan pada hasil perhitungan tanggal. Penentuan awal bulan puasa yang dilakukan oleh para ahli ilmu falak dengan menggunakan teropong adalah boleh, berdasarkan qiyas pada hukum penyiksaan melalui mata telanjang. Namun, jika hanya dilakukan melalui perhitungan falak, maka hal itu tidak dibolehkan.

Rasulullah s.a.w. bersabda, “Kami adalah umat yang buta huruf, kami tidak dapat menulis dan tidak pula dapat berhitung.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam