Home / dunia islam terkini / Buah dari tawakkal kepada Allah

Buah dari tawakkal kepada Allah

Pertanyaan:  mohon tuan jelaskan bahwa  jika seseorang tidak memintak pertolongan dari tuannya  maka sesungguhnya ia hidup celaka, Apakah mungkin bagi anda untuk memberikan penjelasan kepada kami arti dari perkataan itu ?

Jawab: jika engkau menyerahkan kepada akalmu satu menit saja maka engkau akan bahwa sesungguhnya  setiap perkara selain Allah itu bagaikan fatamorgana dan perasangka, dan merupakan sesuatu yang disia-siakan dan akan sirna, akan tetapi yang abadi hanyalah Allah jika Allah SWT memerintahkannya untuk bertawakkal kepadanya, maksudnya  jika engkau memiliki hajat tertentu maka berdoalah “yaa Allah bantulah saya ……… jika engkau ingin melakukan sebuah pekerjaan maka angkatlah tanganmu kearah langit dan ucapkan “Yaa Allah mudahkan untukku”.

buah-dari-tawakkal

Dan jika disana terdapat perkara yang menghantuimu maka berdoalah “Yaa Allah telah hilang dariku perkara ini “. Jika engkau menuju sesuau yang sulit maka memeintalah pertolongan dari Allah, dan bertawakkallah kepada dzat yang maha hidup yang tidak pernah mati.

Kita dipagi hari dada kita dipenuhi dengan kemuliaan dan kepala kita menghadap kelangit untuk apa ? karena sesungguhnya kita bertawakkal kepada Allah SWT. Setiap perkar dialam semesta tunduk kepada Allah maka tidak ada kekuatan yang mampu mengunguli kekuatan Allah dan tidak ada kegagahan yang berani untuk berkata kecuali sesungguhnya ia hina disisi Allah SWT. Oleh karena itu maka sesungguhnya manusia yang tidak bersandar kepada dzat yang maha hidup, yang tidak pernah mati akan hidup didalam kehinaan didunia, dan menyembah kehinaan ini, dan dia akan menjadi ketakutan kehilangan pekerjaannya atau kehilangan hartanya, dan ketika ia berbicara atau berusaha dia takut dimarahi oleh pemimpinnya atau dimarahi oleh majikannya, dia selalu dalam ketakutan terhadap orang yang lebih tinggi darinya, dan ketakutan ini  akan mendorongnya, kepada hidup yang sedih, dan murka, akan tetapi orang yang berani karena Allah SWT dia tidak akan menggubris kecuali  karena ridho Allah, dan tunduk kepada Allah. Tunduk kepada selain Allah merupakan kesedihan dan kehinaan, hal itu karena ssungguhnya Allah SWT menginginkan kebaikan untukku, dan tidak menginginkan kejelekan untukku, Dia yang memberi dan Dia yang berbelas kasih padaku. Dia tidak memandang kekeayaan yang berada ditanganku dan aku selalu cinta kepada-Nya karena sesungguhnya Dia memberiku lebih dari nikmat yang kuinginkan .

(Diterjemahkan dari kitab fatawal khubro, karangan syekh Muhammad mutawalli As-Sya’rowi hal : 99)

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam