Home / dunia islam terkini / AURAT TENTANG WANITA SHOLEHA ATAUPUN MUSLIMAH YANG BAIK DALAM ISLAM

AURAT TENTANG WANITA SHOLEHA ATAUPUN MUSLIMAH YANG BAIK DALAM ISLAM

‘Aurat artinya barang yang buruk. Dan kata itu, ada sebutan ‘Auraa, yakni wanita buruk karena matanya hanya satu.

Sedang yang dimaksud di sini ialah bagian tubuh yang tidak patut diperlihatkan kepada orang lain. Dan bagian-bagian itu ada bermacam-macam sesuai dengan tempat dan situasi.

Adapun yang penting diingat dalam masalah aurat ini ialah, bahwa wanita itu wajib menjaga diri, jangan sampai memperlihatkan auratnya kepada siapa pun yang tidak diizinkan melihatnya, sehingga mendapatkan ridha Allah dan berhak tinggal dalam sorga yang telah dipersiapkan Allah bagi mereka yang taqwa.

Di atas telah kita cantumkan hadits riwayat Ibnu Hakim, di mana ia mengatakan:

Artinya:

“Saya bertanya: “Manakah dari aurat-aurat kami yang boleh kami perlihatkan dan mana yang tidak?” Maka jawab Nabi: “Pe1iharalah auratmu, kecuali terhadap isterimu atau hamba sahayamu”. Saya bertanya pula: “Kalau orang-orang itu berkumpul satu sama lain?” Jawab beliau: “Kalau kamu dapat agar tak seorang pun melihat auratmu, maka jangan sampai ia melihatnya”. Tanya saya pula: “Kalau seorang dari kami dalam keadaan sendirian?” Maka jawab beliau pula: “Maka terhadap Allah – Tabaraka Wa Ta‘ala- sepatutnya orang lebih merasa malu daripada terhadap sesama manusia” (H.R. lima perawi selain An-Nisa’i. oleh Al-Bukhari hadist ini dianggap mu’allaq, oleh At-Tirmidzi dianggap hasan, dan oleh Al-Hakim dianggap shahih)

Tentang hadits di atas Asy-Syaukani mengatakan:

Dengan adanya kata “Minannaas” dalam konteks kalimat diatas, dapat diketahui maksud hadits, yaitu bahwa membuka aurat dalam keadaan sendirian (di ruang tertutup) itu boleh. Jadi lain dengan pendapat Abu Abdillah Al-Buni yang mengatakan bahwa maksud dari “Ahaqqu ayy yustahyaa minhu” ialah: Jangan bermaksiat (jangan kamu buka auratmu)

Padahal mafhum dari kalimat menunjukan bahwa aurat itu boleh dilihat oleh mereka yang ada dalam pengecualian (isteri dan hamba sahaya wanita). Yang tidak boleh adalah mereka. Contohnya lelaki melihat aurat lelaki lain, dan perempuan lain. Hal itu selain ditunjukkan oleh mafhum dan istitsna’ tsb. Di atas, juga ditunjukkan oleh manthuq dari kalimat diatas. Lain dari itu kalimat terakhir juga menunjukkan bahwa telanjang bulat memang tak boleh sama sekali, sekalipun dalam ruang tertutup.

Di antara hadits-hadits yang menunjukkan bahwa bertelanjang sekalipun tak ada orang lain, tak boleh sama sekali, ialah hadits riwayat Ibnu Umar, yang menurut At-Tirmidzi Artinya:

“Sabda Rasulullah saw.: “Hindarilah oleh bertelanjang. Karena ada bersamamu makhluk (malaikat) yang tidak hendak berpisah darimu kecuali ketika buang air besar, dan ketika seorang suami mengumpuli isterinya. Maka berasa malulah kamu terhadap mereka dan hormatilah mereka.”

Adapun yang menunjukkan bahwa hadits Ibnu Hakim di atas, baik yang tersurat maupun tersirat (manthuq dan mafhumnya) terasa mengandung maksud, bahwa laki-laki tak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan perempuan melihat aurat perempuan lain, ialah hadits riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, yang menurut Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzi yang Artinya:

“Jangan hendaknya lelaki melihat aurat lelaki lain, dan perempuan melihat aurat perempuan lain. Dan jangan hendaknya lelaki tidur satu selimut dengan lelaki lain, dan perempuan tidur satu selimut dengan perempuan lain.”

Maksud hadits, bahwa menutupi aurat itu wajib.

Dan begitu pula dapat kita simpulkan dari semua hadits di atas, bahwa sesungguhnya menutupi aurat itu wajib dilakukan kapan saja, kecuali ketika buang air besar dan kecil, ketika seseorang mengumpuli isterinya dan ketika mandi, yakni wajib ditutupi terhadap siapa pun selain suami dan dokter, sejauh yang diperlukan.

Incoming search terms:

  • adapun yang penting diingat dalam masalah aurat ini adalah bahwa

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam