Home / dunia islam terkini / BATAS AURAT ANAK KECIL LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN

BATAS AURAT ANAK KECIL LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN

 

Karena ibu-ibu dan anak-anak perempuan yang sudah besar adalah penanggung jawab tentang pendidikan anak-anak dan adik-adik mereka yang masih kecil, terutama tentang pemeliharaan aurat mereka, maka perlu kami kemukakan pula di sini tentang aurat anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan, agar setelah diketahui hukumnya kemudian dapat dijadikan pedoman dalam memelihara aurat mereka.

Ada keterangan yang panjang lebar menurut masing-masing madzhab mengenai aurat anak kecil perempuan yang harus ditutupi dengan memakai jilbab atau hijab yang itu merupakan kewajiaban bagi semua muslimah dan aurat laki-laki yang auratnya juga harus dirtutupi. Baiklah kita terangkan di sini, agar dapat kita ambil pedoman salah satu di antaranya:

Para Ulama dalam MADZHAB SYAFI’I mengatakan: Di dalam shalat, aurat anak kecil baik laki-laki maupun perempuan, yang sudah maupun belum remaja adalah sama, seperti aurat orang yang telah dewasa dalam shalat.

Adapun di luar shalat, maka aurat dari anak lelaki maupun perempuan yang sudah meningkat remaja, yang lebih sah adalah sama seperti aurat orang dewasa di luar sembahyang.

Sedang bagi yang belum meningkat remaja, kalau anak itu laki-laki, di luar shalat auratnya adalah seperti aurat sesama muhrim; yakni jika anak itu sudah dapat mensifati dengan baik aurat yang dia lihat, tanpa dibarengi dengan syahwat. Tapi kalau dia sudah dapat mensifatinya dengan baik dibarengi dengan syahwat, maka aurat dia seperti aurat orang dewasa.

Sekarang bagaimana kalau anak laki-laki itu belum mampu mensifati aurat? Bagi anak kecil seperti itu belumlah dianggap mempunyai aurat. Hanya saja tetap diharamkan orang melihat kepada kubul dan duburnya, selain orang yang bertanggung jawab mendidiknya.

Kemudian kalau anak yang belum meningkat remaja itu perempuan, bila ia sudah dapat membangkitkan syahwat lelaki yang sehat perasaannya, maka auratnya sama seperti aurat wanita dewasa. Sedang bagi anak yang masih terlalu kecil hingga belum lagi membangkitkan syahwat, maka dianggap belum mempunyai aurat, sekalipun tetap diharamkan orang melihat farjinya, selain orang yang mendidiknya.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam