Home / dunia islam terkini / BEBERAPA MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN HAID DAN NIFAS

BEBERAPA MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN HAID DAN NIFAS

 

APA AKIBATNYA ANDAIKAN SEORANG WANITA BERHUBUNGAN DENGAN SUAMINYA KETIKA SEDANG HAID ATAU NIFAS?

 

Allah Ta’ala benfirman:

Artinya:

‘Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bentaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Q.S. Al-Baqarah 2:222)

Kedatangan Syari’at Islam kepada umat manusia adalah untuk mengatur kehidupan mereka, agar hidup mereka sejahtera, bebas dari segala macam penyakit dan ancaman apa pun, sehingga mereka dapat menunaikan tugas-tugas hidup tanpa kesulitan. Dan hal ini barulah dapat terlaksana bila mereka betul-betul mau mematuhi ajaran Allah.

Dan sebenarnya Islam tak pernah meluputkan apa pun yang luhur dan berharga dalam hidup, kecuali ia perintahkan kita untuk melaksanakannya. Perhatikanlah ayat tersebut di atas, apa maksud dan artinya. Anda pasti tertegun memandang kemu’jizatan Al-Qur’an yang abadi. Ayat itu telah memukau para sastrawan dan membuat para orator tak mampu menandinginya Penyair dan penulis mana pun takkan sanggup meniru kehebatannya. Baiklah kita turunkan di sini apa yang pernah dikutip oleh pengarang “Al-Fiqh Al-Wadhih” (Dr. Muhammad Bakar Isma’il, dari buku “Al Qur’an Wa At-Thibb” oleh Dr. Muhammad Kamal Washfi, dengan perubahan redaksi) dan seorang dokter mengenai ayat tersebut di atas:

Siklus haid, sekalipun merupakan hal yang lumrah, namun tetap menimbulkan berbagai penderitaan bagi wanita. Ketika haid, biasanya mereka tidak enak badan dan merasa letih sekujur tubuh, bahkan kadang-kadang merasakan sakit hebat pada punggung, rasanya ingin marah saja dan mudah tersinggung, dan penderitaan pendenitaan lain yang pada hakekatnya merupakan sifat yang tak bisa dipisahkan dari haid.

Haid, sekalipun tak bisa kita sebut sebagai penyakit menurut istilah. ilmu, namun tak kalah bahayanya dan penyakit itu sendiri. Yakni bila kita tinjau dan sudut penderitaan pendenitaan yang ditimbulkannya dan kelemahan jasmani yang bisa saja mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, yang mengancam wanita saat itu dsb. dsb. Dan kebanyakan, penderitaan-penderitaan yang diakibatkan oleh haid tersebut di atas, akan berlipat ganda dan semakin menjadi-jadi justru pada hari-hari pertama haid, sehingga oleh karenanya seorang wanita kadang-kadang mengalami berbagai penderitaan hebat dan rasa letih yang amat sangat.

Ketika haid, bisa terjadi seorang perempuan merasa mulas sekali dan mengalami gangguan-gangguan saraf hingga akhirnya bisa pingsan. Saya merasa perlu mengemukakan hal ini, karena wanitalah satu-satunya makhluk yang menanggung segala macam penderitaan ini dan mereka sajalah yang mengalaminya. Dan barangkali haid tidak lancarlah penyakit yang paling umum dialami oleh kaum Hawa dan paling sering terjadi pada saat-saat datang bulan. Bahkan bisa dipastikan wanita itu sendiri merasa malu menceritakan apa yang dia derita, namun rasa sakit yang dia alami, ringan atau berat, mau tidak mau harus dia katakan.

Keterangan di atas hanyalah sebagian saja dan arti kata “adzaa” di antara kandungan artinya yang luas. Bahkan kalau diselidiki lebih dalam, ternyata haid memang darah kotor dan sumber penyakit. Bagi orang yang terpelajar semestinya harus mampu menahan diri daripadanya, jangan mau diperbudak hawa nafsunya.

Sang dokter menambahkan pula, bahwa haid dan persetubuhan pada waktu haid adalah sebab terpenting yang mengakibatkan rahim berbau busuk, di samping mengakibatkan kemandulan. Dan inilah penyakit yang paling menyiksa wanita, karena ia merasakan sakit bukan kepalang pada vagina, sementara temperatur tubuh naik di samping efek-efek lain yang cukup berbahaya sebagai akibat dan pembusukan tersebut. Dan yang paling parah menderita ialah mulut rahim.

Adapun bahaya yang mengancam pihak lelaki, antara lain ialah radang hebat yang menyerang organ-organ kelaminnya. Karena dengan persetubuhan itu bibit-bibit penyakit masuk ke dalam saluran kencing, bahkan kadang-kadang bisa masuk sampai ke kandung kencing dan saluran ginjal (ureter). Bahkan radang tersebut kadang bisa mencapai kelenjar koper, prostata, anak pelir, pelir dan saluran kandung kencing (uretra).

Kemudian tambahnya, bahwa persetubuhan di waktu haid mengancam lelaki dengan bahaya besar yang tidak ia inginkan dengan segala akibatnya. Bahaya mana takkan terjadi andaikan ia mau menjaga diri daripadanya dan mematuhi perintah Tuhan.

Radang saluran kencing bukanlah perkara enteng. Karena ia akan menyeret penderita kepada berbagai macam bencana dengan segala akibatnya yang tiada terperi manakala benar-benar telah menjangkiti saluran kencing ini. Pada waktu itu akan terjadi radang hebat hingga penderita tak bisa kencing dan menimbulkan rasa sakit dan penderitaan yang tidak kepalang tanggung. Radang ini biasanya dibarengi dengan ke luarnya cairan busuk yang cukup deras, yang bila telah parah nampak bercampur darah. Dan tentu saja dibarengi pula dengan bermacam-macam gangguan lainnya, rata sekujur tubuh, seperti demam, menggigil dll. disamping kelemahan tubuh secara umum dan hilangnya kekuatan seluruh anggota badan.

Kemudian apabila radang tersebut telah menjalar sampai ke saluran mani, di sanalah bencana besar akan terjadi. Nanah dengan benang benang darah banyak ke luar dan kulit kencing. Dan dalam pada itu rasa sakit kian meningkat berbareng dengan semakin lemahnya kekuatan tubuh. Nafsu makan berkurang, hal mana terus berlangsung beriringan dengan demam dan getaran jantung yang semakin cepat dan berat dll. yang oleh berbagai sebab penyakit ini menjadi kronis dan menimbulkan efek-efek lain secara merata, dengan ciri amat berbahaya dan mengkhawatirkan. Antara lain ialah radang kepala zakar dan kulup, yang bisa saja mengakibatkan kedua organ yang berharga itu rontok sedikit demi sedikit, terutama bila sedang mengecil (tidak tegang). Dan kalau sudah begini, maka tak ada jalan lain kecuali harus diamputasi (dipotong), agar jangan meracuni anggota tubuh yang lain.

Dokter yang arif itu masih melanjutkan kata-katanya: “Sesungguhnya radang ringan pada saluran kencinglah pangkal dari segala pendentaan berikutnya yang telah saya sebutkan tadi. Dan tidak mustahil bila kemudian radang tersebut akhirnya dapat menjalar sampai ke ureter, terus ke pangkal ginjal, hingga menghalangi keluarnya air kencing dalam keadaan yang pertama, yang menyebabkan terjadinya keracunan darah. Sedang dalam keadaan kedua, mautlah akibat yang paling mungkin terjadi.

Dan akhirnya dia katakan pula, “Adapun hikmat kepada Allah melarang laki-laki menggauli isterinya ketika sedang haid dan nifas, disamping “adzaa” sebagaimana saya sebutkan di atas, adalah melatih laki-laki agar sabar menjauhi isterinya beberapa saat lamanya. Karena laki-laki sering kali didesak oleh pekerjaannya untuk melakukan perjalanan jauh dan meninggalkan keluarganya sementara waktu. Jadi dalam pengharaman ini terdapat suatu rahmat bagi laki-laki dan dorongan kekuatan bagi cita-citanya. Boleh jadi persis seperti hikmat puasa dalarn melatih seseorang untuk tabah menahan lapar, sedikit atau sama sekali tidak makan bila ia dalam perjalanan jauh atau sewaktu waktu ia mengalami hal itu dalam hidup. Jadi cegahan untuk bersetubuh maupun makan ketika haid dan puasa tersebut, adalah merupakan latihan tubuh untuk menghadapi peristiwa-peristiwa tiada terduga bila sewaktu-waktu terjadi, sehingga tubuh tidak merasa terkejut dan nafsu tidak kelabakan.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam