Home / dunia islam terkini / bulan ramadhan dan ampunan menuju taubat-Nya

bulan ramadhan dan ampunan menuju taubat-Nya

Ramadhan, Jalan Menuju Tobat

Hal yang paling agung di bulan suci Ramadhan adalah tobatnya seorang muslim dan kembali kepada Tuhannya. Pintu tobat selalu terbuka lebar. dan ini merupakan jalan taubat bagi setiap ummat yang mau bertaubat.

“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku, janganlah berputus asa dan rahmat Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. Az-Zumar: 53)

Bulan ini adalah bulan tobat dan ampunan. Ia juga merupakan bulan toleransi dan maaf. Bulan ini lebih berharga daripada barang-barang berharga lainnya.

“Sungguh, Allah akan membentangkan tangan-Nya di waktu malam untuk men gam puni oran g yang melaku kan dosa di siang hari. Allah pun akan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk mengampuni orang yang berbuat dosa di malam hari hingga matahari terbit.” (HR. Muslim)

Meskipun kita banyak melakukan kesalahan, namun ampunan Allah pasti lebih banyak. Perbuatan dosa yang kita lakukan sangatlah besar, akan tetapi rahmat-Nya pasti lebih besar. Ketergelinciran yang kita lakukan sangatlah besar, akan tetapi ampunan Allah jauh lebih besar.

Allah berfirman,

“Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, laIn memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ah ‘Imran: 135)

Manusia tidak pernah berhenti berbuat kesalahan. Setiap kali melakukannya mereka mengakuinya, setiap kali berbuat dosa mereka meminta ampunan, setiap kali berbuat keburukan mereka menyatakan penyesalan, dan Allah pun memberikan ampunan-Nya kepada mereka.

“Sungguh merugi orang yang memperoleh kesempatan merasakan bulan Ramadhan akan tetapi tidak diampuni dosanya.” (HR. At Turmudzi)

Ini merupakan kesempatan emas yang tidak akan terulang kembali. Adakah yang mau menggunakan kesempatan ini?

Dosa-dosa selama setahun akan dihapuskan, begitu pula segala kekurangan yang dilakukannya sepanjang tahun. Segala aib pun akan diperbaiki di bulan suci ini.

Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman, “Hamba- Ku, sungguh kalian telah ban yak melakukan dosa di malam dan siang hari. Aku akan mengampuni dosa-dosa kalian semuanya. Mintalah ampunan Ku, maka Aku akan mengampuni dosa kalian!” (HR. Muslim)

Tabiat kita adalah selalu melakukan dosa. Namun, di antara kita ada yang terus melakukan dosa, dan bahkan bersikap sombong dengan dosanya. Orang seperti inilah yang disebut sebagai orang yang merugi dan tidak memperoleh petunjuk dari Allah.

Aku memohon ampuan kepada-Mu wahai Zat yang Maha pen gasih

Dan kesalahan diriku, sungguh banyak dosaku

Aku men gadukan kemaksiatanku wahai ilahi

Aku tersiksa dengan aib yang te/ah aku perbuat

Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman, “Wahai anak cucu Adam! Tidaklah kamu berdoa dan berharap kepada-Ku melainkan Aku akan mengampunitnu dosa yang telah kamu lakukan, dan aku tidak menghiraukan kembali dosa itu.”

Wahai orang-orang yang berpuasa, bulan Ramadhan ini adalah kesempatan bagi kita untuk melakukan tobat. Hari-hari di bulan ini adalah kesempatan bagi kita, apakah kita akan menyia-nyiakan kesempatan ini?

Segeralah bertobat dengan benar

Sebelum nyawa dicabut

Janganlah menyepelekan dosa sekecil apapun

Sungguh, amal perbuatan tergantung akhir usia seseorang

Suatu ketika kami berpuasa bersama suatu kaum pada tahun lalu. Mereka kemudian berdoa kepada Allah karena pada-Nya lah segala ketentuan dan Dia lah Zat yang Maha cepat memberikan perhitungan. Setelah itu mereka kembali melakukan perbuatan dosa dan meninggalkan begitu saja pengaruh dari bulan Ramadhan.

Di antara tanda-tanda diterimanya tobat orang yang berpuasa adalah bertobat secara benar, bertekad tidak akan kernbali mengulang perbuatan dosa, menyesali perbuatannya di hadapan Allah.

Allah berfirman,

 “Dan Dialah yang menerima tobat dan hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syûrâ: 25)

Dalam sebuah hadis shahih Rasulullah bersabda, “Demi jiwaku yang berada dalam gen ggaman-Nya, seandainya kalian tidak melakukan perbuatan dosa maka Allah pas ti akan membinasakanmu dan akan mendatangkan kaum lain yang melakukan perbuatan dosa. Mereka kemudian memohon am punan kepada Allah, dan Allah pun mengampuni dosa mereka.” (HR. Muslim)

Orang yang tidak mau bertobat di bulan Ramadhan kapan lagi dia akan bertobat? Kapan lagi akan kembali kepada Allah wahai orang yang enggan kembali kepada Allah di bulan Ramadhan ini?

Sebagian orang yang melakukan puasa melakukan perbuatan yang lurus di bulan Ramadhan ini. Namun jika bulan Ramadhan ini berakhir maka dia kembali pada perbuatan dosa. Orang seperti ini berarti telah merusak sesuatu yang telah diperbaikinya di bulan Ramadhan. Dia telah mengurangi sesuatu yang telah dilengkapinya di buJan Ramadhan. Usianya dihabiskan untuk sesuatu yang dapat menghancurkan, membangun kembali yang telah dihancurkannya, kemudian merusak kernbali, dan membangunnya kembali.

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat.” (QS. An-Nahi: 92).

Generasi kaum salaf selalu menangis jika ditinggal pergi oleh bulan suci Ramadhan. Mereka sangat sedih dengan kepergian Ramadhan Sikap seperti ini dikarenakan hati mereka yang suci.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami apa-apa yang telah Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba..Mu yang shaleh. Berikanlah petunjuk kepada kami ke jalan yang lurus.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam