Home / dunia islam terkini / Bulan romadhan dan sikap murah hati dan dermawan

Bulan romadhan dan sikap murah hati dan dermawan

 

Ramadhan Melatih Sikap Dermawan dan Murah Hati

Allah berfirman,

“Kebaikan apa pun yang kalian lakukan, niscaya akan mernperoleh balasan dan Allah.” (QS. Al-Muzammil: 20)

“Perumpamaan orang yang rnenafkahkan hartanya di jalan Allah bak sebutir benih yang mampu tumbuh menjadi tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir tumbuh sera tus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. A1-Baqarah: 261)

Dalam kitab ash-Shahih, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwasanya Rasulullah adalah manusia paling baik. Bukti akan kebaikannya adalah ketika bertemu dengan malaikat Jibril. Rasulullah sungguh merupakan manusia paling baik daripada angin yang berhembus. (HR. Bukhari-Muslim)

Puasa menyeru kita untuk memberikan makan kepada orang yang sedang kelaparan, memberi sebagian rezeki kepada fakir miskin, dan memberikan perlindungan kepada kaum fakir.

Bulan suci Ramadhan merupakan ladang amal bagi orang yang gemar bersedekah.

Sungguh indah dan mulianya orang yang gemar bersedekah kepada sesama yang membutuhkan.

“Sungguh, Allah meiniliki dna inalaikat yang setiap pagi berdoa kepada-Nya. Salah satu dan mereka berdoa, ‘Ya Allah, liînpahkankan rejeki kepada orang yang berinfak.’ Sedangkan yang satunya lagi berkata, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang tidak mau berinfak.” (HR.Bukhari-Muslim)

Setiap kali seorang hamba menginfakkan hartanya, Allah akan memberikan karunia kesehatan jasmani, ketenangan batin, dan keluasan rezeki.

“Sedekah itu dapat menghapus dosa, laksana air yang memadamkan api.” (HR. Muslim)

Kesalahan akan menimbulkan hawa panas di hati, membuat jiwa terbakar, dan kehidupan seolah-oleh diliputi api. Semua itu tidak bisa dipadamkan kecuali dengan bersedekah. Karena, sedekah membawa hawa kesejukan di hati.

“Pada hari kiamat, kelak setiap orang akan berada dalam naungan sedekah yang dikeluarkannya, hingga nasibnya ditentukan bersama yang lainnya.” Demikian sabda Nabi.

Sungguh menakjubkan, sedekah akan menjadi naungan bagi para hamba di hari kiamat nanti. Masing-masing akan berada di bawah naungan tersebut sebesar sedekah yang dikeluarkannya selama di dunia.

Utsman ibn Affan merupakan orang yang kaya raya. Ia mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah. Hartanya digunakan untuk bekal pasukan muslimin dalam perang Tabuk. Dia pun membeli sumur air milik seorang Romawi untuk kepentingan tentara Muslimin.

Abdurrahman ibn Auf juga seorang sahabat yang kaya raya. Dia pernah bersedekah dengan menginfakkan tujuh ratus ekor unta untuk kaum fakir di kota Madinah.

Di antara orang yang berpuasa, ada yang tidak memiliki sepotong roti, tidak pernah merasakan nikmatnya susu, sebutir kurma, tidak memiliki tempat tinggal untuk bernaung, tidak memiliki kendaraan, dan tidak memiliki teman yang dapat memberikan pertolongan kepadanya.

Di antara mereka masih ada orang yang tidak tahu dengan apa mereka akan berbuka dan makan sahur.

Nabi bersabda, “Orang yang memberikan makanan untuk berbuka, dia akan rnemperoleh balasan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikit pun.”

Kemuliaan orang-orang saleh akan bertambah di bulan Ramadhan. Mereka akan mencurahkan, menginfakkan, dan memberikan sedekah dengan segala sesuatu yang mereka miliki.

Mereka ikhlas menanggung makanan untuk berbuka bagi fakir miskin, hanya karena mengharapkan ridha Allah s.w.t..

Masjid-masjid penuh dengan makanan, sehingga tidak ada lagi yang merasa kelaparan atau kesusahan ketika berbuka.

Jika bukan karena mengharap ridha-Nya, maka setiap harta yang diinfakkan, baik berupa makanan, minuman, ataupun pakaian, pasti akan sia-sia.

“Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasan dan ampunan-Nya. Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS. At-Taghâbun: 17)

Sungguh, apa yang Anda berikan akan digantikan Allah pada hari di mana Anda berada dalam kefakiran dan membutuhkan pertolongan.

Memberikan minuman, segelas susu, sebutir kurma, sedikit makanan dan harta, pakaian, dan buah-buahan semuanya itu akan menjadi jalan bagimu menuju surga.

Demi Allah, tiada yang mampu memelihara harta seperti halnya sedekah yang bisa memelihara hartamu dengan baik. Tiada yang dapat mensucikan harta kecuali zakat.

Banyak orang kaya meninggal dunia dengan meninggalkan harta, perhiasan, rumah mewah, dan istana. Akan tetapi, semua itu hanya akan membuat mereka merugi dan menyesal karena tidak dimanfaatkan dengan semestinya. [j

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam