Home / dunia islam terkini / cara mengganti puasa ramadhan yang ditinggalkannya

cara mengganti puasa ramadhan yang ditinggalkannya

Masalah ketiga puluh sembilan

Bagaimana cara mengganti puasa ramadhan yang ditinggalkan ?

 

Kewajiban mengganti puasa Ramadhan tidak harus dilakukan dengan segara, karena dapat dilakukan kapan saja, demikian pula dengan kewajiban membayar fidyah puasa/denda. ‘Aisyah r.a. pernah mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkannya pada bulan Sya’ban. Dia tidak menggantinya secara langsung ketika dia sudah memilik kemampuan untuk menggantinya.

Mengerjakan suatau amal perbuatan dengan cara diganti sama hukumnya dengan mengerjakan pada waktunya. Maksudnya adalah jika seseorang meninggalkan puasa selama beberapa hari, maka dia harus menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya, tanpa harus melebihkannya. Perbedaan antara keduanya hanya disebabkan karena dalam melakukan suatu amal perbuatan dengan cara diganti tidak harus dilakukan secara berturut-turut.

Allah s.w.t. berfirman, “Jika di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalan lalu berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Maksudnya adalah jika orang yang berpuasa sakit atau sedang dalam perjalanan, kemudiam dia berbuka, maka hendaklah dia berpuasa pada hari-hari yang lain, baik secara berturut-turut maupun tidak, sebanyak hari yang telah ditinggalkannya. Pada ayat ini, Allah menyebutkan kata puasa secara umum dan tidak membatasinya.

Jika seseorang memperlambat pembayaran hutang puasanya hingga bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya, dia harus berpuasa untuk bulan Ramadhan yang sedang dihadapinya, setelah itu harus mengganti puasa Rammadhan bulan lalu. Dalam hal ini, dia tidak diwajibkan memberi makan orang miskin, baik keterlambatannya yang dianut para pengikut Imam Hanafi dan madzab Hasan al-Bashri.

Imam Malik, Syafi’I,  Ahmad dan Ishaq sependapat dengan Imam Hanafi dan Hasan al-Bashri. Akan tetapi, mereka tidak sependapat jika keterlambatan tersebut tidak didasarkan pada alasan yang kuat. Mereka berkata, “Dalam kondisi seperti itu, dia diwajibkan berpuasa untuk bulan Ramadahan yang sedang dihadapinya, setelah itu dia diwajibkan mengganti puaasa Ramadahan yang lalu dan memberikan makanan sebanyak satu mud (kira-kira 6 ons) untuk setiap hari yang ditinggalkan.”

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam