Home / dunia islam terkini / doa orang yang berpuasa

doa orang yang berpuasa

Terkabulkannya Doa Orang yang Berpuasa

Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Karena, orang yang berpuasa hatinya bersih, jiwanya suci, sikap sombongnya melemah, dan sikap tamaknya hancur. ia lebih dekat kepada Tuhannya, taat kepada-Nya, dan meninggalkan makanan dan minuman karena takut kepada sang Maha Pemberi. Dia akan dengan mudah menghentikan sikap memperturutkan hawa nafsu, sebagai ketaatan kepada tuhan pemilik langit dan bumi.

Doa adalah ibadah. Jika Anda melihat seseorang yang selalu berdoa, ketahuilah, dia dekat kepada Allah dan meyakini kekuasaan-Nya.

Para sahabat bertanya, “Rasulullah, apakah Tuhan kami dekat sehingga kami hanya cukup bermunajat lirih kepada-Nya, atau jauh sehingga kami harus menyeru-Nya kencang-kencang?” Allah berfirman, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku, hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku, beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(QS. Al-Baqarah: 186).

“Sungguh, kalian tidak berdoa kepada Zat yang tuli dan gaib. Kalian sedang berdoa kepada Zat Yang Maha Mendengar dan lebih dekat dengan kalian daripada urat leher kalian.”(HR. Bukhari-Muslim)

Doa adalah tali penolong, ikatan yang kuat, dan sarana berhubungan dengan Allah.

Allah menyeru kepada kita untuk berdoa kepada-Nya. Jika ingin berdoa, berdoalah kepada-Nya.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. A1-A’râf: 55)

“Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan. Sungguh, orang-orang yang menyombongkan diri akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)

“Tuhan akan turun ke dun ja pada dua pertiga malam terakhir dan berkata, ‘Adakah orang yang meminta? Aku akan mengabulkannya. Adakah orang yang berdoa? Aku akan menjawab doanya itu. Adakah orang yang memohon ampunan? Aku akan memberikan ampunan kepada-Nya.’

Bulan Ramadhan adalah bulan doa, bulan tobat dan terkabulnya doa. Perbanyaklah berdoa dan mintalah dengan sungguh-sungguh.

“Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu kitab yang terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Apakah kamu tiada memahaminya?”(QS.A1-Anbiyâ’: 10)

Dalam berdoa ada tata cara yang harus diketahui, yaitu membulatkan tekad dalam hati dan yakin akan anugerah dan kemuliaan yang Allah berikan.

Nabi bersabda, “Janganlah kalian mengucapkan, ‘Ya Allh,ampuni kami jika Engkau menghendaki.’ Akan tetapi teguhkan permintaan. Sungguh, Allah tidak membenci sikap seperti itu.”

Adab lain dalam berdoa adalah memuji Allah dan berselawat kepada Rasul-Nya di awal, di pertengahan, dan diakhir doa. Berdoa paling baik dilakukan pada sepertiga malam terakhir, ketika bersujud, antara azan dan iqamat, setelah melakukan shalat, di penghujung hari Jumat, setelah Ashar, dan pada hari Anafah. Orang yang berdoa hendaknya menghindani doa yang terlalu puitis dan berlebihan.

Sebelum matahani terbenam terdapat waktu yang paling baik untuk bendoa, yaitu sebelum berbuka puasa. Pada saat itu rasa lapar benar-benar terasa dan kerongkongan sangat merasa haus. Pada saat itu perbanyaklah doa dan teruslah meminta. Di waktu sahur pun ada satu waktu di mana sebaiknya Anda bersungguh-sungguh memohon kepada Allah.

Sungguh, Anda sangatlah fakir sedang Allah Mahakaya. Anda adalah makhluk yang lemah sedangkan Allah Mahakuat. Anda akan musnah sedangkan Allah kekal abadi.

Ibrahim pernah berdoa, “Tuhanku, jadikan aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, perkenankan doaku. Tuhan, ampuni aku dan kedua ibu bapakku dan orang-orang mukrnin pada hari kiamat.”(QS. Ibrahim: 40-41).

Doa Musa dalam firman-Nya, “Tuhanku, lapangkan dadaku dan mudahkan urusanku.” (QS. Thâhâ: 25-26).

Doa Nabi Sulaiman, “Tuhanku, am puni aku dan anugerahkan kerajaan yang tidak dim iliki oleh seorang jua pun sesudahku, sungguh Engkaulah Yang Maha Pemberi.”(QS. Shâd: 35).

Rasulullah berdoa, “Ya Allah Tuhan Pemilik Jibril, Mikail, dan Israfil, pencipta langit dan burni, Yang Maha Men getahui yang ghaib maupun yang nyata, sungguh Engkaulah yang inemberikan keputusan atas perselisihan yang terjadi di an tara hamba-hamba-Mu. Tunjukkilah kami kebenaran yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sungguh Engkau memberikan petunjuk kepada siapapun yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)

Di dalam doa itu setidaknya terdapat empat faidah:

Pertama, menghambakan din kepada Allah, merasa hina di hadapan-Nya, dan yakin akan kekuasaan-Nya. Itulah tujuan dan hasil dan ibadah.

Kedua, dikabulkannya permintaan, bisa dalam bentuk pemberian berupa kebaikan ataupun pencegahan dan bahaya dan keburukan.

Ketiga, menabung pahala dan ganjaran Allah tidak mengabulkannya di dunia ini.

Keempat, mengesakan Allah secara ikhlas dan memutuskan ketergantungan terhadap sesama manusia.

Ya Allah, anugerahkanlah kami kebaikan hidup di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dan api neraka. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami. Anugerahkan kami rahmat-Mu, sungguh Engkau Maha Pemberi[].

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam