Home / Uncategorized / Hal-hal gaib dan keraguan orang-orang yang mentang

Hal-hal gaib dan keraguan orang-orang yang mentang

Pertanyaan:  Orang-orang kafir berusaha mengkaburkan dalam pentingnya  hal-hal gaib karena ia merupakan sesuatu yang tidak bisa dirasa maka apa pendapat anda dalam masalah ini  ?

Jawab: Sesungguhnya Allah SWT meletakkan iman terhadap hal gaib sebagai ungkapan iman paling utama, Allah SWT berfirman dalam surat al-baqoroh :”alif laam mim” kitab al-qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugrahkan kepada mereka”.

Begitu juga Allah SWT meletakkan syarat pertama bagi taqwa : beriman kepada hal gaib, melihat hal itu merupakan urusan yang sangat penting yang dapat menentukan perjalanan manusia maka selama engkau beriman kepada hal gaib, hari akhir dan hisab, maka engkau akan takut kepada Allah SWT dalam setiap perbuatannya, ketika engkau memanjangkan tanganmu untuk mencuri lalu engkau teringat bahwa sesungguhnya engkau akan bertemu Allah, dan sesungguhnya dia akan menghitung hal itu, maka engkau akan mundur dari pencuriaan ini, dan ketika engkau ingin melakukan perkara yang diharamkan Allah maka engkau akan mengingat akherat dan hari pembalasan, lalu engkau takut kepada Allah dan mengurungkan  niat.

Adapun orang kafir maka perkara yang paling ditakuti olehnya adalah hari pembalasan diakherat. Kata-kata ini akan tampak mengagungkan bagaimana seorang manusia tidak beriman kepada hari akhir dan bersamaan dengan hal itu dia takut kepadanya , hakekat orang kafir itu tidak berioman kepada akherat akan tetapi didalamnya terdapat perkara yang menghantuinya, dan kematian yang ia lihat setiap hari atas kehidupan orang lain, memenuhi hidupnya, ia datang dengan mengerikan, dan mengejukan, dan membuat hidupnya tersedak, ia tahu dengan yakin bahwa sesungguhnya ia suatu hari akan keluar dari kehidupan ini, ia melihat kematian itu setiap hari  mendatangi orang lain, bahkan ia melihat kematian mendatangi orang yang paling dekat dengannya, mereka adalah keluarga dan kerabat.

Oleh karena itu dia tidakmampu menghapus kenyataan ini dari akalnya, dan didesak oleh pertanyaan, kemana dan kemana ?  maka ia berusaha mendatangkan dalil setelah dalil, walaupun palsu, walaupun menyesatkan, walaupun sesat, berusaha memuaskan dirinya bahwa tidak terjadi suatu apapun setelah mati, dan tidak terdapat akherat dan hitungan amal, agar terasa ringan bagi diri ini yang telah meyakini siksa didalamnya, ringan baginya untuk melakukan maksiat akan tetapi ketika melakukan dia menjadi bimbang dan takut dan menghantuinya diesok hari dan mengganggunya di masa depan  dan merasa bahwa sesungguhnya apapun dalam hidupnya dilihat dari lahirnya itu tidak apa-apa, dan selama ia berusaha menenangkan dirinya maka sesungguhnya ia hidup didalam kekosongan yang dapat membunuh atau membahayakan .

(Diterjemahkan dari kitab fatawal khubro, karangan syekh Muhammad mutawalli As-Sya’rowi hal : 49)

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam