Home / dunia islam terkini / Hikmah dan keutamaan puasa Ramadhan atau puasa sunnah

Hikmah dan keutamaan puasa Ramadhan atau puasa sunnah

Hikmah Puasa

 

Di  balik syariat ada rahasia, di balik hukum Allah terdapat hikmah, dan dibalik penciptaan tersirat maskud-Nya. Di antara rahasia, hikmah, dan maksud tersebut, ada yang diketahui oleh akal manusia ada yang tidak. Allah telah memberitahu manusia tentang hikmah yang tersimpan di balik puasa wajib , sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya dalam surat al-Baqarah ayat 183.

Puasa adalah jalan yang mengantarkan seseorang pada ketakwaan. Sedangkan orang yang berpuasa merupakan manusia yang paling dekat dengan Allah. Sebab, perut orang yang berpuasa akan merasakan kelaparan sehingga hatinya akan menjadi bersih.

Di antara hikmah-hikmah puasa ramadhan/wajib  atau sunnah  lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Mempersempit saluran dalam tubuh yang dilalui makanan dan darah.karena saluran tersebut merupakan jalan bagi setan. Dengan berpuasa, bisikan setan akan berkurang.
  2. Melemahkan hawa nafsu yang mendorong seseorang melakukan kejahatan atau perbuatan maksiat.
  3. Mengingatkan nasib saudara-saudara sesame muslim yang berada dalam kelaparan dan sangat membutuhkan.
  4. Menjadi madrasah yang berfungsi mendidik jiwa, mensucikan hati, menahan pandangan, dan menjaga anggota badan.
  5. Merupakan rahasaia antara hamba dan Tuhaannya.

Kaum Salaf juga mengetahui keutaman puasa. Oleh karena itu, mereka pun mencintai bulan Ramadhan, beribadah dengan sungguh-sungguh, dan mengerahkan segala kemampuannya. Mereka juga menjadikan waktu malam untuk shalat malam, ruku’, sujud, meneteskan air mata, dan melakukan ibadah engan khusyu’. Lalu, mejadaikan waktu siang untuk berzikir, membaca al-Qur’an, dan berdakwah. Mereka menjadikan puasa sebagai pematah hati, penenang jiwa, dan pelapang dada. Mereka mendidik ruh dan mensucikan hati dengan ajaran Allah serta mendidik jiwa dengan hikmah-Nya.

Kaum Salaf mengambil mushaf al-Qur’an, lalu membacanya sambil menangis karena menghayati maknanya. Mareka berusaha mnjaga lidah dan mata dari hal-hal yang haram.

  1. Puasa merupakan pemersatu umat. Karena pada bulan puasa, umat Islam berpuasa pada waktu yang sama, berbuka pada waktu yang sama, sama-sama merasakan kelaparan, dan saling mencintai dan menyayangi, dan menjaga persaudaraan diantara mereka.
  2. Puasa merupakan ibadah yang dapat menghapus dosa, sebagaimana Rasulullah s.a.w. bersabda,
  3. Shalat lima waktu, satu shalat Jumat dengan shalat Jumat berikutnya, dan satu puasa Ramadhan dengan puasa Ramadhan berikutnya, merupakan penghapus dosa-dosa yang berada di antara keduanya, selama di dalamnya seseorang tidak melakukan perbuatan doasa besar.
  4. Puasa dapat menyehatkan badan, karena dapat mengganti sel-sel yang rusak, memberikan kesempatan usu untuk beristirahat, membersihkan darah dan menjaga kesehatan hati.
  5. Jika seseorang berpuasa, jiwa dan hatinya akan melemah, sehingga keinginannya akan berkurang dan nafsu syahwatnya akan hilang. Doa-doanya pun terkabulkan, karena pada saat itu dia sedang dekat dengan Allah s.w.t.
  6. Puasa memiliki rahasia yang agung. Ia merupakan wujud pengahmbaan seseorang kepada Allah s.w.t., juga ketaatan serta keihlasannya menjalankan makan, minuman, dan aktivitas seksualnya hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah.
  7. Puasa merupakan wujud kemenangan seorang muslim melawan hawa nafsunya, dan bukti keunggulan karena mampu mengendalikan diri. Puasa merupakan setengah dari kesabaran. Oleh karena itu, orang yang tidak berpuasa tanpa ada satu alasan apapun, berarti dia tidak mampu mengendalikan dirinya mengalahkan hawa nafsu.
  8. Puasa merupakan latihan untuk menjadi orang yang selalu siap mengahadapi situasi dan melakukan tugas besar.

Orang yang bersabar dan yang dapat mengalahkan hawa nafsunya akan mendapatkan kesuksesan dan kemenangan. Sedangkan orang yang menjadi budak hawa nafsu akan merasa enggan untuk berjihad di jalan Allah.

Hikmah-hikmah puasa tersebut dapat diringkas dalam kalimat yang lebih sederhana, yaitu bahwa puasa merupakan wujud ketakwaan seseorang kepada Allah, bentuk ketaatannya kepada perintah-Nya, bentuk kemenangannya terhadap hawa nafsu dan dirinya, serta merupakan upaya melatih agar mau berkorban, menjaga anggota badannya, dan mengekang hawa nafsunya. Puasa juga dapat menyadarkan rasa cinta dan persaudaraan diantara muslim, serta dapat menyadarkan seseorang agar mau merasakan nasib orang yang kelaparan dan membutuhkan.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam