Home / dunia islam terkini / Hikmah dan rahasia dibalik puasa

Hikmah dan rahasia dibalik puasa

Rahasia di Balik Ibadah Puasa

 

Puasa memiliki banyak sekali rahasia dan tujuan. Rahasia dan tujuan ini tidak ada yang mengetahui kecuali orang yang berpuasa dengan benar dan menerima syariat puasa ini dengan baik.

Rahasia pertama, ibadah puasa merupakan sarana dan jalan untuk memperoleh rasa ketakwaan kepada Allah. Karena itulah pada akhir ayat mengenai puasa Allah menutupnya dengan firman, “Semoga kalian terinasuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)

Allah tidak menyatakan, semoga kalian termasuk orang-orang yang mengambil peiajaran, atau semoga kalian termasuk orang-orang yang mengingat (berzikir), atau semoga kalian termasuk orang-orang yang bersyukur. Akan tetapi, Allah menyatakan dengan ucapan, “Semoga kalian termasuk orang-orang yang bertakwa.”

Ibnu Mas’ud meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Wahai pemuda! Siapapun di antara kalian yang telah memiliki kemampuan, hendaklah menikah! Sungguh, nikah lebih mampu menjaga pandangan dan kemaluan. Namun jika tidak memiliki kemampuan untuk menikah maka hendaklah ia berpuasa. Karena sun guh puasa itu dapat menekan nafsu syahwat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Artinya, puasa dapat membantu seseorang untuk dapat memperoleh ketakwaan. Hawa nafsu dapat dikekang dengan rasa lapar, sehingga jiwa akan mampu berjalan di jalan Allah.

Rahasia kedua, puasa dapat membuat seseorang ingat kepada orang-orang yang kelaparan, yaitu orang-orang fakir, yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang-orang yang memiliki harta kekayaan. Orang yang senantiasa dapat derigan mudah menyantap daging, buah-buahan, sayur-sayuran, baik siang ataupun malam pada umumnya tidak menyadari bahwa masih ada orang lain yang hidup kelaparan, baik siang maupun malam. Allah hendak memberitahukan kepada orang-orang kaya bahwa masih ada saudara-saudara kita yang tidur beralaskan debu, bernaungkan langit, dan tidak memperoleh sepotong pun roti atau makanan lairmnya. Secara tidak langsung, Allah hendak mengatakan bahwa sekiranya kalian merasakan kelaparan satu bulan, masih banyak orang lain yang merasakan kelaparan berbulan-bulan lamanya.

Rahasia ketiga, puasa dapat memudahkan seseorang melakukan ibadah. Secara kejiwaan, manusia , jika dalam keadaan kenyang dan makanan dan minuman, akan lebih cenderung malas dan hanya mau tidur-tiduran. Akan tetapi, jika ia kelaparan dan kehausan maka ia akan bergegas menghadap kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Oleh karena itulah, Rasulullah selalu membiasakan diri berpuasa hingga malam hari. Ketika para sahabat hendak menirukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah, yaitu meneruskan puasa dan malam hingga siang han (puasa wishal), beliau bersabda, “Aku tidak seperti kalian. Tithanku telah memberiku makanan dan minuman.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ibnul Qayyim berkata, “Makanan dan minuman yang dimaksud Rasulullah bukanlah makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut, akan tetapi maksudnya adalah anugerah rasa cinta kepada Allah, kenikmatan bermunajat, dibukakannya pintu pengetahuan, doa yang dikabulkan, dan kedekatan kepada-Nya, sehingga mendatangkan perasaan senang dan bahagia. Dan ini semua dapat menggantikan nikmatnya makan dan minum.”

Konon, bangsa Arab Jahiliyah merasa cukup, jika sudah merasakan kebahagiaan dan kesenangan, meski tidak ada makanan dan minuman.

Rasulullah sendiri selalu membiasakan din membaca ayat-ayat al-Qur’an, berdoa kepada Allah, dan bertaqarrub kepada-Nya. Itu semua lebih ia sukai daripada makan dan minum. Energi bagi jiwa seseorang adalah nilai-nilai kehidupan, sedangkan energi bagi tubuhnya adalah makanan dan minuman.

Seorang ulama pernah berkata kepada putranya:

Kekuatan bagi jiwa adalah nilai

Bukan inakanan atan pun niinuman

Di bulan suci, Rasulullah selalu berada dalam keadaan senang, gembira, dan penuh rasa cinta terhadap Allah. Hal itu dilakukannya agar Allah memberikan taufik kepadanya pada bulan Ramadhan itu. Anugerah dan Allah tidak datang kepadanya sebelum dia melakukan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Oleh karena itu dia selalu berpuasa dibulan Ramadhan dan membiasakan din melakukan shalat malam. []

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam