Home / fatawa khubro / HUKUM ADAB MEMOTONG KUKU

HUKUM ADAB MEMOTONG KUKU

TATA CARA MEMOTONG KUKU  

 

Memotong kuku pun sunnah menurut kesepakatan para Ulama. Waktunya tidak tertentu. Jadi kapan saja perlu dipotong potonglah, sekalipun lebih utama dipotong pada hari Jum’at sebelum shalat Jum’at. Karena menurut Abu Hurairah ra. :

Artinya:

“Nabi saw. mencukur kumisnya dan memotong kukunya pada hari Jum ‘at sebelum berangkat shalat” (H.R. Al-Baihaqi, Al-Bazzar dan At-Thabrani dalam Al-Ausath).

 

Dan lebih baik potongan-potongan kuku itu ditanam dalam tanah, dan begitu pula rambut dan lain sebagainya. Atau bersihkanlah semua itu dengan cara apa pun yang tidak terasa menghinakan, seperti mencecerkannya begitu saja di atas tanah, jangan. Karena setiap bagian dari anggota tubuh Anak Adam harus dihormati.

Dan sebaiknya dimulai dengan memotong kuku-kuku jan tangan terlebih dahulu, sebelum kuku-kuku kaki seperti dikatakan oleh Imam An-Nawawi -rahimahullah–:

“Dan disukai (mustahab) agar memotong kuku dimulai dari kedua tangan sebelum kaki. Mulailah dengan memotong kuku jari telunjuk tangan kanan, lalu jari tengah, jari manis, kelingking, kemudian ibu jari. Sesudah itu beralih ke tangan kiri, potonglah terlebih dahulu kuku jari kelingking, lalu jan manis dan seterusnya.

Tibalah kemudian giliran kaki kanan, mulailah dari jari kelingkingnya sampai ke kelingking kaki kiri” (Nail Al-Authar 1:168)

HUKUM MEMOTONG KUKU KETIKA QURBAN

banyak pendapat ulama’ mengenai hal itu, salah satunya ada;lah imam syafi’i beliau berp[endapat bahwa hukum memotong kuku kala itu hukumnya makruh tanjih namun tidak sampai pada batas haram, sdang menurut imam Abu Hanifah beliau berpendapat tidak makruh. namun menurut riwayat  ” bila kalian melihat hilal bulan dzulhijjah dan seseorang diantara kalian ingin berqurban maka jagalah rambut dan kuku-kukunya” (HR.muslim) dan banyak lagi riwayat yang menyebutkan akan perkara ini.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam