Home / dunia islam terkini / hukum bekam darah ketika puasa di bulan ramadhan

hukum bekam darah ketika puasa di bulan ramadhan

Masalah Kelima Belas

Bolehkah berbekam ketika puasa Ramadhan?

pada dasarnya hukum cantuk atau bekam darah merupakan sunnah yang pernah dilakukan Nabi SAW namun hukum berbekam ketika puasa sangatlah berbeda sebagian pendapat mengatakan batal puasa dan sebagian lagi tidak batal puasa  sebagaiamana dalil hadits-hadits yang ada dibawah ini :

Ibn Abbas meriwayatkan,

“Rasulullah s.a.w. pernah berbekam ketika sedang berihram dan berpuasa.” (HR. Bukhari)

Ibn Qayyim menjelaskan bahwa berita yang menyebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah berbekam ketika sedang berpuas adalah tidak benar. Mihna berkata, “Aku pernah menannyakan tentang hadis tersebut kepada Imam Ahmad, dia pun mengatakan bahwa hadis tersebut tidak shahih.” Yahya ibn Sa’id al-Anshari juga telah mengingkari beneran hadis tersebut.

Al-Atsram berkata, “Aku pernah mendengar Abu Abdillah menyebutkan hadis ini, lalu dia pun menganggapnya sebagai hadis yang lemah.” Minha berkata, “Aku pernah menanyakan kepasa Imam Ahmad tentang hadis riwayat Ibn Abbas yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah berbekam ketika seang berpuasa dan berihram. Maka  dia pun berkata, ‘Sebenarnya, dalam hadis tersebut tidak disebutkan kata ‘berpuasa’ yang disebutkan hanyalah kata ‘berihram.’ Maksudnya adalah bahwa berita yang menyebutkan bawa Rasulullah s.a.w. pernah berbekam ketika sedang berpuasa tidak benar.”

Syadad ibn Aus meriwayatkan, Rasulullah s.a.w. pernah mendatangi seorang lelaki di daerah Baqi’yang sedang berbekam, padahal saat itu bulan Ramadhan, lalu beliau bersabda, “Orang yang membekam dan yang dibekam dianggap telah berbuka.”

Hadis ini dianggap sebagai hadis shahih oleh Imam Ahmad, Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban. Menurut Imam as-Suyuthi dalam Kitabnya al-Jami’ ash-Shaghir, hadis tersebut mutawatir. Imam Ahmad berkata, “Dalam masalah ini, tidak ada satu pun hadis yang kuat.” Sedangkan Ishaq berkata, “Hadis ini diriwayatkan dari Nabi melalui lima jalur periwayatan.”

Ibn Qayyim menjelaskan, “Perkara yang membatalkan puasa adalah makan, minum, berbekam dan muntah. Sedangkan dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa berhubungan badan juga termasuk perbuatan yang membatalakan puasa.”

Anas ibn Malik meriwayatkan, “Awalnya, berbekam bagi orang yang berpuasa dilarang oleh Nabi. Ketika Ja’far ibn Abu Thalib berbekam, dan saat itu sedang berpuasa, Nabi bersabda, ‘Kedua orang ini dianggap telah berbuka.’ Namun kemudian, Rasulullah memberikan keringanan dalam masalah berbekam ini.” Diriwayatkan bahwa Anas perah berbekam ketikas edang berpuasa.

Pendapat yang benar dalam masalah ini adalah bahwa berbekam termasuk yang membatalkan puasa. Oleh karena itu, orang yang sedang berpuasa hendaknya menjauhi peruatan tersebut pada siang hari dibulan Ramadhan.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam