Home / dunia islam terkini / Hukum ghibah menurut islam

Hukum ghibah menurut islam

Masalah Ketujuh Belas

Apakah ghibah dan perbuatan sia-sia membatalkan puasa ?

sebelum kita menginjak hukum mengenai ghibah itu sendiri adalakanya kita mengetahuyi terlebih dahulu pengertian ghibah dalam islam,

menurut islam ghibah adalah membicarakan kejelekan atau keburukan orang lain untuk mencari kesalahnya baik itu dalam soal agama, akhlak atau kekayaan atau yang lainnya, banyak orang mengetahui ghibah itu dengan sebutan menggunjing. namun menggunjing atau ghibah dalam islam semua itu merupakan hal yang dilarang.

Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Jika kalian sedang berpuasa, jangan berkata kotor dan berteriak keras. Jika ada yang mencaci atau mengajak bertengkar, katakanlah, ‘aku sedang berpuasa.’Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih hrum dari pada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika bertemu Tuhannya.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda, “Orang yang tidak meninggalkan perkataan bohong, maka Allah merasa dia tidak perlu meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Menggunjing, mencaci dan mencela dapat mengurangi pahala puasa. Akan tetapi, perbuatan semacam itu tidak menyebabkan orang tersebut harus mengganti puasanya, karena tidak ada dalil yang mewajibkan untuk itu. Artinya puasa orang yng ghibah tidak membatalkan puasanya.

Puasa berarti menjaga lidah dan anggota badan dari perbuatan sia-sia. Mengenai sabda Nabi “Allah merasa dia tidak perlu meninggalkan makan dan minumnya”, sebagian ulama berpendapat, “ Ungkapan tersebut bukan berarti perintah meninggalkan puasa, tetapi peringatan agar tidak berbohong.” Sebagian ulama lainnya berpendapat, “Ungkapan tersbut merupaan kiasan yang menunjukan bahwa puasa orang itu tidak akan diterima.”

Ibn Arabi berpendapat, “Orang yang melakukan perbuatan tersebut tidak akan mendapatkan pahala puasa. Pahala puasa tidak akan diperoleh seseorang bersamaan dengan diperolehnya dosa dari perkataan bohong atau perbuatan lainnya yang disebutkan dalam hadis tersebut.”

jadi hukum ghibah atau menggunjing dalam islam merupakan hal yang dilarang dan jika dilakukan ketika puasa maka puasanya maka puasanya tidak batal namun pahala orang yang melakukannya menmgurangi pahala puasanya, puasanya tidak sempurna.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam