Home / dunia islam terkini / HUKUM MENGGENDONG BAYI TATKALA SHALAT BERLANGSUNG

HUKUM MENGGENDONG BAYI TATKALA SHALAT BERLANGSUNG

Ada kaum ibu yang kadang-kadang terpaksa harus mengundurkan shalatnya, karena bayinya, laki-laki atau perempuan menangis terus, ia tak hendak berhenti dari tangisnya kecuali bila telah digendong  oleh ibunya.

Sekarang kalau ibu itu shalat sambil menggendong bayinya itu, bolehkah?

Sebenarnya itu boleh saja dilakukan, karena Nabi saw. pernah bersabda :

Artinya:“Bahwa beliau saw. shalat sedang di depannya ada cucu beliau, putri Zainab binti Nabi saw. Cucu beliau itu merangkul pada leher beliau. Bila ruku‘. maka ia beliau letakkan, dan bila ia bangkit dari sujud, diambilnya kembali ke leher beliau“. (H.R. Ahmad dan An-Nasa’i dan lainnya dari Abu Qatadah. Menurut Ibnu Juraji, isnadnya jayid)

Artinya:‘Dari Abdullah bin Syaddad, dari ayahnya, ia berkata: “Rasulullah saw. datang kepada kami pada salah satu shalat sore (Zhuhur atau ‘Ashar) sambil mendukung Hasan atau Husain. Nabi saw. maju lalu diletakkanlah cucunya itu kemudian mengucapkan takbir memulai shalatnya. Maka shalatlah beliau, dan di tengah shalatnya itu beliau sujud lama sekali.

Tutur Syaddad (melanjutkan riwayatnya): “Sungguh, aku pun mengangkat kepalaku, dan ternyata anak kecil itu ada di atas punggung Rasulullah saw. sementara beliau masih dalam sujudnya. Dan aku pun kembali sujud lagi. Maka tatkala Rasulullah saw. menyelesaikan shalatnya, orang-orang bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya tuan telah sujud di tengah shalat tuan tadi lama sekali, sampai kami menyangka ada sesuatu yang telah terjadi atau tuan tengah menerima wahyu.”Kata Nabi: “Semua itu tidak terjadi, tapi cucuku ia menunggangi aku, dan aku tak ingin membuatnya tergesa hingga ia menyelesaikan sendiri keperluannya”. (H.R. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Hakim)

Dari itu berkatalah pengarang “Fiqh As-Sunnah”: “Maka kebenaran yang tak bisa dibantah ialah, bahwa hadits itu menegaskan tentang bolehnya perbuatan menggendong bayi tatkala shalat dilakukan, dan merupakan peringatan atas pengertian-pengertian yang sangat berguna itu, bahwa semua itu boleh kita lakukan dan merupakan syari’at yang berlaku terus bagi kaum muslimin sepanjang masa…. Dan Allah juga Yang Maha Tahu”. (Maktabah Al-Muslim, 1:22)

oleh karena itu, ketka shalat berjamaah sedang berlangsung sedang ana-anak kita menangis atau merenggek untuk digendong, maka gendonglah mereka kalau dengan gendongan itu bisa menjadikan mereka diam. dan agar tidak menggangu musolli yang lain .

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam