Home / dunia islam terkini / HUKUM MENYETUBUHI WANITA MUSTAHADHAH DALAM ISLAM

HUKUM MENYETUBUHI WANITA MUSTAHADHAH DALAM ISLAM

 

Artinya:

“Dari Ikrimah ra. ia berkata: “Ummu Habibah menderita istihadhah, sedang suarninya tetap menyetubuhinya” (Riwayat Abu Daud)

 

Arti Hadits diatas menunjukkan tentang bolehnya bersetubuh dengan wanita mustahadhah, sekalipun darah masih mengalir. Demikian pendapat Jumhur, yang diriwayatkan pula oleh Ibn AI-Mundzir dari Ibnu Abbas, Ibn A1-Musayyib, Hasan A1-Bashri, ‘Atha, Sa’id bin Jabir dll.

Akan tetapi ada juga yang mengharamkan perbuatan tersebut di atas, berdasarkan riwayat Al-Khallal dengan sanad sampai ke ‘Aisyah ra. kata beliau:

 

Artinya:

“Wanita mustahadhah tak boleh disebutuhi suaminya.”

 

Mereka memandang, karena dalam darah istihadhah itu terdapat penyakit, maka haram pula menyetubuhi wanita mustahadhah seperti halnya wanita haid. Bukankah larangan Allah terhadap persetubuhan di waktu haid itu dikarenakan darah haid memuat penyakit? Sedang penyakit itu terdapat juga dalam darah istihadhah. Maka dapat ditetapkan, wanita mustahadhah pun haram disetubuhi.

Hanya menurut yang zhahir (tersurat) dan hadits di atas, memang tak ada halangan untuk menyetubuhi wanita mustahadhah. Namun demikian menghindarinya tentu lebih utama kalau dapat. Karena penyakit yang ada pada darah haid juga terdapat pada darah istihadhah, sekali pun hanya sebentar saja. Jadi baiklah menghindari persetubuhan selama masa yang sebentar itu demi keselamatan bersama, dan sesudah itu bolehlah bersetubuh karena penyakit telah pergi. Dan tentu Allah jua Yang Maha Tahu.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam