Home / Uncategorized / hukum muntah-muntah saat puasa pada bulan ramadhan

hukum muntah-muntah saat puasa pada bulan ramadhan

Masalah Ketiga Belas

Batalkah puasa orang yang muntah ketika puasa Ramadhan?

pembahasan kali ini mengenai hukum muntah apakah ia membatalkan puasa ataukah tidak, oleh karena itu dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah  bahwa  Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Orang yang muntah dengan tidak sengaja, dia tidak wajib mengganti puasanya. Sementara orang yang muntah dengan disengaja, dia wajib mengganti puasanya.”

Hadis ini menunjukan bahwa puasa orang yang muntah tanpa sengaja tidak batal. Oleh karena itu, dia tidak wajib menggantinya. Sementara, jika munta disengaja maka puasanya batal dan wajib diganti.” jadi secara umum hukum muntah itu tidak batal puasanyta jika tidak sengaja

Ibnu Mundzir menceritakan tentang kesepakatan para ulama yang mrnyatakan bahwa puasa orang yang muntah dengan sengaja adalah batal dan wajib menggantinya.

Sedangkan Ibnu Mas’ud, Ikrimah dan Rabi’ah berpendapat bahwa puasa orang yang muntah tidak batal, baik disengaja maupun tidak, selama tidak ada sedikit pun muntahnya ditelan kembali dengan sengaja. Mereka mendasarkan pendapatnya pada hadis riwayat Airbu Sa’id yang berbunyi, “Ada tida hal yang tidak membatalkan puasa: muntah, berbekam dan mimpi berhubungan badan.”

Pendapat di atas dapat dibantah karena hadis tersebut lemah dan tidak dapat dijadikan dalil. Bahkan,  walaupun hadis tersebut diterima sebagai dalil, ia tidak dapat dijadikan dalil bagi pendapat mereka. Karena yang dimaksud muntah dalam hadis tersebut adalah muntah yang tidak disengaja. Pemahaman seperti ini harus dilakukan karena pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id itu disebutkan bahwa muntah, apapun jeninya, tidak dapat membatalkan puasa, sedangkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id itu disebutkan bahwa muntah, apapun jenisnya, tidak dapat membatalkan puasa, sedangkan hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah disebutkam bahwa muntah yang dapat membatalkan puasa adalah muntah jenis tertentu yaitu muntah yang disengaja. Oleh karena itu, redaksi yang bersifat umum pada hadis Abu Sa’id itu harus dipahami dengan pengertian yang khusus.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi, dari Abu Darda disebutukan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah muntah, kemudian beliau berbuka puasa.

Mi’dan ibn Abi Thalhah berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban di t Damaskus, kemudian aku berkata,’Abu Darda telah menceritakan kepadaku bahwa.. (dan dia pun menyebutkan hadis di atas).’ Tsauban berkata, ‘Itu benar. Saat itu, akulah yang menungkan air wudu Rasulullah.’ “

Ibn Mandah berkata, “Sanad hadis ini shahih dan tidak terputus.” Meskipun demikian, maksud hadis tersebut adalah Rasulullah muntah tanpa sengaja, dan kemungkinan besar beliau sedang berpuasa sunah.

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam