Home / dunia islam terkini / hukum terbukanya aurat ketika sedang sholat

hukum terbukanya aurat ketika sedang sholat

BAGAIMANAKAH KALAU SEBAGIAN AURAT TERBUKA DI TENGAH SHALAT?

perkara ini banyak pendapat para ulama, apakah membatalkan sholat ataukah tidak, menurut ulama’ madhab empat antara lain  adalah :

Ulama Hanafi mengatakan: “Bila yang tersingkap itu ada seperempat dari aurat mughallazhah (qubul dan dubur dan sekitarnya) maupun aurat mukhaffafah (selain qubul dan dubur) di tengah.tengah shalat, lamanya sepanjang pelaksanaan satu rukun, maka shalatnya rusak, sekalipun bukan atas perbuatan sendiri, karena tertutup angina umpamanya.

“Sedang kalau yang tersingkap itu kurang dari seperempat, tapi atas perbuatan sendirii, itupun seketika shalatnya mutlak batal, sekali pun lamanya kurang dari sepanjang pelaksanaan satu rukun.

“Adapun kalau aurat itu tersingkap sejak sebelum memulai shalat; tapi ada seperempatnya, maka shalat belum bisa dilaksanakan.”

Sedang Ulama Syafi’i mengatakan, apabila aurat terbuka ditengah sembahyang, padahal ada kemampuan untuk menutupnya, maka batallah shalatnya, –pembicaraan di sini menyangkut lelaki dan perempuan–. Adapun kalau aurat itu tersingkap oleh angin, dan seketika itu juga ditutup kembali tanpa terjadi banyak gerak, maka shalat tidaklah batal. Sedang kalau yang rnenyebabkan terbukanya aurat itu bukan angin, sekalipun oleh binatang atau anak kecil yang belum tamyiz umpamanya, maka shalat itu tetap batal.

Adapun menurut Madzhab Hambali, apabila sebagian aurat terbuka tanpa disengaja, kalau yang terbuka itu hanya sedikit, maka tidak membatalkan shalatnya, sekalipun terbukanya cukup lama. Dan kalau yang terbuka cukup lebar, oleh angin umpamanya, akan tetapi seketika ditutup kembali tanpa menimbulkan banyak gerak, maka tidaklah batal shalatnya, sekalipun seluruh aurat terbuka. Tapi kalau tidak segera ditutup, maka shalat pun menjadi batal. Kemudian kalau aurat itu dengan sengaja dibuka-buka, maka mutlak shalat itu batal.

adapun  Menurut madhab maliki , sesungguhnya terbukanya aurat mughallazhab, adalah mutlak membatalkan shalat. Jadi kalau seseorang memulai shalat dalam keadaan tertutup auratnya, lalu penutup aurat itu runtuh di tengah-tengah shalat, maka shalat pun menjadi batal, dan mutlak harus diulangi. Demikian menurut pendapat yang masyhur dari mereka.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam