Home / Uncategorized / Ibadah orang pamer tidak diterima Allah

Ibadah orang pamer tidak diterima Allah

Pertanyaan:  apa pendapat orang islam pada orang yang bershodaqoh dan sholat dengan maksud agar didengar bagus diantara manusia ?

Jawab: sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bershodaqoh kepada orang-orang fakir,  barang siapa yang melakukan hal itu karena berharap ridho Allah dan karena imannya kepada Allah maka dia akan mendapatkan pahala, akan tetapi jika seseorang memulai bershodaqoh agar manusia memangilnya dermawan, mulia, atau mendatangi satu kaum dan mengumpulkan orang-orang fakir dan memberi mereka harta dan membual dengan hal itu, agar manusia pada membicarakannya “sesungguhnya dia seorang yang mulia”.

Sampai-sampi ketika datang kepadanya orang fakir dihadapannya dia mengusirnya dan tidak memberinya sodaqoh, sesungguhnya dia menginginkan reputasi dan ketenaran saja dan tidak mengharap ridho Allah,  dan manusia seperti diatas tidak akan mendapat pahala meskipun dia melakukan amalan dari amalan-amalan yang dihasung Allah SWT, dan kami diminta untuk melakukannya, akan tetapi dia melakukannya dengan tanpa keimanan dan hatinya tidak ada keimanan terhadap Allah, dan tidak menghiraukan firman Allah ta’ala :”wahai orang-orang yang beriman “.

Seperti itulah seseorang yang sholat didepan manusia, jika dia sendiri dia tidak sholat, apakah sholatnya diberi pahala selamanya meskipun dia melakukan apa yang diperintah oleh Allah akan tetapi dia melakukannya tanpa adanya keimanan, Allah SWT maha kaya terhadap sekutu-sekutunya, oleh karena itu jika amalan itu murni untuk mencari keridhoan Allah dan wajah-Nya maka Allah akan menerimanya.

Adapun  jika malan tersebut untuk mencari keridhoan seseorang, maka sesungguhnya Allah maha kaya atas hal itu dan Allah tidak menerimanya, meskipun itu sedikit sekali ada niatan karena mencari keridhoan makhluk, atau untuk keselamatan didunia maka sesungguhnya Allah tidak akan menerimanya dan Allah tidak membutuhkan terhadap semua alam, sebagaimana dalam hadits yang terkenal “ sesungguhnya semua amalan tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setioap orang apa yang ia niatkan” itu merupakan penjelasan yang agung atas ahal itu.

Niat itu tempatnmya didalam hati, sedangkan Allah mengetahui atas setiap hati-hati manusia, Dia Allah maha tahu apa yang disembunyikan didalam hati setiap diri, dan Allah mengetahuinya dengan jelas. Dan disana terdapat manusia didunia ini menggangab bahwa dirinya mampu menipu Allah, dan ini adalah bencana kemnusianan semuanya.

(Diterjemahkan dari kitab fatawal khubro, karangan syekh Muhammad mutawalli As-Sya’rowi hal : 53)

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam