Home / dunia islam terkini / semua yang terbaru :keimanan bertambah tatkala dibulan ramadhan

semua yang terbaru :keimanan bertambah tatkala dibulan ramadhan

Di bulan Ramadhan Keimanan Akan Bertambah

Iman bisa bertambah dan berkurang, sesuai dengan amal perbuatan. Keimanan akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang kareka kemaksiatan, bertambah dengan shalat dan berkurang dengan perbuatan yang merusak, bertambah dengan sikap istiqamah dan berkurang karena perbuatan yang menyimpang.

 “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka balasan ketakwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

“Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka yang telah ada.” (QS. Al-Fath: 4)

Di bulan suci Ramadhan keimanan biasanya bertambah, keyakinan bertambah besar, dan ketauhidan kian memancar karena kedekatan seorang hamba dengan tuhannya.

Puasa termasuk amal perbuatan yang paling besar. Puasa merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Puasa dapat menjauhkan seorang hamba dan api neraka dan membedakan antara seorang muslim dengan ahli kemaksiatan.

Melaksanakan shalat tarawih adalah salah satu bentuk kecintaan dan ketaatan. Ia dapat menjauhi seorang hamba dan sifat munafik dan menumbuhkan pohon keimanan dalam dirinya.

Berikut beberapa amal perbuatan yang dapat menambah keimanan orang yang sedang berpuasa dan menumbuhkan keyakinan mereka. .

  1. Shalat berjamaah dengan khusyu’, tunduk, dan sepenuh hati.

“Sungguh shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisâ’: 104)

Shalat berjamaah dapat menghilangkan sifat munafik dan menumbuhkan rasa takut kepada Allah, serta dapat mencegah seseorang dan perbuatan keji dan mungkar.

“Sungguh shalat itu mencegah dan keji dan mungkar. Dan, sungguh mengingat Allah shalat adalah lebih besar keutamaannya dan ibadah-ibadah yang lain. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. A1-’Ankabût: 45)

  1. Membaca al-Qur’an dengan menelaah ayat-ayat-Nya. Selain itu juga berusaha hidup dalam naungannya, mengambil faidah, dan meminta petunjuk dengan petunjuk darinya.

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shâd: 29)

  1. Berzikir kepada Allah dengan hati, lidah, anggota tubuh, melantunkan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil.

“Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152)

  1. Menuntut ilmu yang bermanfaat dan berusaha memahami ilmu agama.

“Katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkan ilmu pengetahuan kepadaku.” (QS. Thâhâ: 114)

  1. Bersedekah dan memberikan sesuatu kepada orang lain.Memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah di alam ini dan sempurnanya ciptaan-Nya dalam menciptakan makhluk hidup. “Mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dan siksa neraka.” (QS. Aij ‘Imran: 191)

Bulan Ramadhan merupakan sarana yang tepat untuk menyucikan pikiran bagi orang yang mau menelaah al-Qur’an, mempercantik pemikiran, dan menerangi hati yang gelap. Bulan Ramadhan seyogyanya dimanfaatkan untuk memikirkan ciptaan Allah.

Keimanan dapat berkurang, sakit, hingga akhirnya mati sama sekali.

Keimanan dapat berkurang karena:

  1. Berpaling dan al-Qur’an dan as-Sunnah, merasa cukup dengan bersandar pada akal, berpangku pada pemikiran manusia dan hasil buatan manusia yang lemah. Jika seorang hamba bersikap seperti itu maka kebaikan yang sebelumnya ada padanya akan tergantikan dengan hal yang remeh dan hina. Dirinya akan binasa dan terjerumus ke dalam lembah syetan. “Setan telah menguasai mereka lalu men jadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Keahuilah, bahwa sungguh golongan setan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujâdilah: 19)
  2. Keimanan seorang akan berkurang dengan sikap main-main, banyak bercanda, lalai, berpaling dan Allah, dan berteman dengan orang-orang yang berpaling dan syariat Allah, serta melakukan perbuatan hina dan menuruti hawa nafsu. “Dan janganlah kamu men gikuti oran g yang hatínya telah Kami lalaikan dan mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu met ewati batas.” (QS. A1-Kahfi: 28)
  3. Melakukan kemaksiatan dan membiarkannya, serta memperkeruh hati dengan melakukan berbagai perbuatan dosa. Mata digunakan untuk melihat yang haram, telinga dimanfaatkan untuk mendengarkan kemaksiatan, hati cenderung kepada nafsu syahwat, tangan digunakan untuk melakukan kezaliman, kemaluannya digunakan untuk melakukan perbuatan keji, dan perutnya penuh dengan makanan yang kotor dan haram.

Orang yang berpuasa hendaknya memperhatikan apakah keimanannya kian bertambah atau justru sebaliknya malah berkurang? Apakah keyakinannya semakin besar atau justru semakin kecil? Hal itu dilakukan agar dia dapat mengetahui apakah keimanannya bertambah atau berkurang, untung atau rugi

Ya Allah, tambahkan keimanan keyakinan, pemahaman dan taufik-Mu kepada kami.[]

 

 

 

About admin

Check Also

Hal yang diperbolehkan bagi orang yang sedang puasa

Masalah ke empat puluh Apa yang dibolehkan bagi orang berpuasa ?   Hal-hal yang tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam