Home / Uncategorized / kejadian yang terjadi ketika orang terdzolimi berdoa “ya Tuhan”

kejadian yang terjadi ketika orang terdzolimi berdoa “ya Tuhan”

Pertanyaan:  sesungguhnya kita terkadang melihat Allah menolong orang yang didzolimi atas orang yang berbuat dzolim yang lebih kuat darinya padahal orang yang didzolimi ini tidak memiliki sarana pertolongan duniawi  maka dengan apa tuanku memberi alasan dalam hal ini ?

Jawab: perkara yang mengerakkan kepada kekaguman dengan datangnya kekuatan dan engkau melakukan tanpa perantara contoh: seperti engkau pergi  untuk menjelek-jelekkan seseorang atau berkata jelek padanya, sehingga ia terlepas dari pekerjaannya, maka hal itu menjadi sebab naiknya ia terhadap tempat yang lebih tinggi, ketika itu perantara-perantara itu bukan merupakan pendorong maka poin dari filsafat untuk adu domba ini yaitu menimpakan kejelekan terhadap orang yang kau kehendaki itu adalah sebab-sebab, akan tetapi munculnya ketetapan itu datang dengan sebaliknya.

Yaitu mendatangkan kebaikan untuknya, ketika itu pendahuluan-pendahuluan yang serasi dengan hasil  ketetapan perantara, akan tetapi ia keluar darinya dengan pembebasan ketetapan, pembebasan ketetapan ini bukanlah hal gaib bagi kita, setiap orang dari kita melihat kekuasaan setiap hari dialam semesta, maka  ada raja yang pergi dan ada raja yang datang, orang yang memiliki kekuasaan atau harta menjadi tidak memiliki kekuasaaan dan harta dalam beberapa waktu, dan kita melihat bebasnya kekuasaan ikut serta untuk menlong orang yang didzolimi yang lemah, atas orang dzolim yang kuat, dan mengembalikan hak yang hilang dari pemiliknya, dan orang menyangka bahwa hak itu akan hilang selamanya, semua itu adalah kebebasan kekuasaaan, bahkan sesungguhnya kata “wahai Tuhan” dari hati orang yang didzolimi yang tidak ada daya dan upaya baginya itu merupakan penyelamat dengan kebebasan kekuasaan Allah dari kaedah perantara.

Maka orang yang menjeritkan “wahai Tuhan” maka perantara atau sarana tidak mampu memberinya maka ia menjadi tak berdaya dan tak berupaya, dan dari sini  ia tidak dianggab kecuali menghadap kelangit, dan memohon pertolongan terhadap bebasnya kekuasaan Allah, maka hanya dialah yang berkuasa untuk mengembalikan hak orang yang lemah dan memutus dari orang yang didzolimi terhadap sebuah kedzoliman .

(Diterjemahkan dari kitab fatawal khubro, karangan syekh Muhammad mutawalli As-Sya’rowi hal :51)

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam