Home / dunia islam terkini / Kesalahan-kesalahan dalam puasa yang sering terjadi

Kesalahan-kesalahan dalam puasa yang sering terjadi

Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Berpuasa

 

Banyak orang yang berpuasa melakukan kesalahan, karena tidak memahami ajaran agama Allah dalam berpuasa. Banyak sekali di antara mereka yang tidak mengetahui apa saja yang dapat membatalkan, mengurangi pahala, dan merusak puasa mereka. Mereka juga tidak mengetahui sunnah puasa, hal-hal yang diperbolehkan, diwajibkan, dan yang diharamkan.

“Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Allah akan memberinya pemahaman agama.” (HR. Bukhari-Muslim)

Jadi, orang yang tidak memahami ajaran agama dan tidak mau menanyakan permasalahan yang berkaitan dengan ajaran agamanya, maka orang itu tidak dikehendaki baik oleh Allah.

“Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.” (QS. A1-Anbiyâ’: 7)

Yang dimaksud dengan orang yang berilmu disini adalah para ulama. Setiap muslim yang ingin menyembah Allah secara benar berhak bertanya mengenai apa saja yang ia tidak ketahui mengenai ajaran agamanya. Dia juga harus berusaha menuntut ilmu dan tetap menjaga pemahaman terhadap ajaran agamanya.

Sebagian orang yang berpuasa ada yang terjerumus dalam perbuatan dosa besar yang dapat merusak puasa mereka dan membuat shalat mereka sia-sia. Di antara perbuatan yang dapat merusak puasa adalah perbuatan ghibah. Penjelasan mengenai hal ini telah dijelaskan, yaitu pada penjelasan tentang bagaimana lidah berpuasa? Perbuatan lain yang juga merusak puasa adalah sikap mengadu domba, berkata keji, mengejek, melaknat,dan dosa-dosa lainnya yang biasa dilakukan oleh lidah.

Yang termasuk kesalahan dalam berpuasa adalah sikap berlebihan dalam hal makanan ketika sahur dan berbuka puasa. Hendaknya makanan yang disediakan tidak berlebihan dan cukup untuk orang yang ada. Biasanya orang yang berpuasa banyak menyediakan jenis-jenis makanan untuk berbuka dan santap sahur. Selain itu, biasanya juga mereka menyediakan makanan atau minuman yang mahal-mahal. Mereka menyediakan berbagai makanan yang manis dan asin, namun makanan itu hanya sedikit saja yang dimakan. Sedangkan sisanya dibuang begitu saja ke tempat sampah. Sikap seperti ini sama sekali bertentangan dengan petunjuk ajaran Islam yang benar.

“Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan! Sungguh Allah tidak menyukai oran g-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’râf:31)

Segala sesuatu yang sifatnya melampaui kebutuhan dan merusak diri, maka dapat dikatakan sebagai sikap berlebihan (israf) dan tercela. Sikap seperti itu tidak diridhai oleh Allah.

“Dan janganlah kamu men ghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sungguh pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS.A1-Isrâ: 26-27)

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah an tara yang demikian.” (QS. Al-Furqân: 67)

Pasar-pasar pada bulan Ramadhan menjadi ramai dikunjungi oleh para pembeli. Mereka semua sibuk membawa berbagai makanan dan minuman yang sebenarnya bisa cukup untuk sepuluh keluarga.

Padahal di ujung kota sana ada beberapa keluarga yang mati karena kelaparan. Mereka bertahan hidup hanya dengan sepotong roti, tidur di tempat yang kotor, berselimutkan debu dan pasir, dan hanya dinaungi oleh langit.

Tujuan dan puasa sebenarnya adalah mengosongkan tubuh dan makanan-makanan yang merusak pencernaan, yaitu dengan cara mengurangi makanan. Bagaimana tujuan seperti ini dapat terwujud bagi orang yang berlebihan dalam makan dan minum ketika berbuka dan bersahur?

Banyak sekali orang yang berpuasa menghabiskan waktunya di siang hari dengan tidur. Mereka melakukan itu agar tidak tersiksa lapar. Di antara mereka bahkan ada yang tidak bangkit dan tidurnya kecuali ketika waktu shalat saja, setelah shalat mereka kembali tidur. Mereka menghabiskan waktu siangnya dengan bermalas-malasan, sedangkan waktu malamnya digunakan untuk begadang.

Tidur yang panjang tidak akan memperpanjang usia

Begadang yang lama pun tidak akan mengurangi usia

Hikmah dan perintah berpuasa adalah agar orang yang berpuasa dapat menikmati rasa lapar dan dahaga karena menginginkan keridhaan dan Allah. Orang yang menghabiskan waktu siangnya dengan tidur maka ia tidak mendapatkan hikmah puasa seperti ini.

Di antara orang yang berpuasa, ada yang melakukan perbuatan yang makruh, seperti main kartu remi, gaple, bola atau permainan menghibur lainnya yang sebenarnya dapat menyia-nyiakan waktu tanpa ada manfaat.

“Maka apakah kamu men gira, bahwa sun gguh Kami men ciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwaa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.” (QS. Al-Mu’mjnûn: 115)

“Dan tinggalkanlah orang-orang yang men jadikan agama mereka sebagai main main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.” (QS. A1-An’âm: 70)

Di antara orang yang sedang berpuasa, ada yang menghabiskan waktu malamnya dengan begadang. Padahal tidak ada manfaat sama sekali. Tidak ada pahala bagi orang yang begadang, jika tidak untuk ibadah, terlebih jika tidak diiringi dengan shalat tahajud.

Di antara kesalahan fatal lainnÿa yang dilakukan oleh sebagian orang yang sedang berpuasa adalah tidak melakukan shalat secara berjamaah hanya karena alasan yang tidak dapat diterima dan udzur yang tidak semestinya. Sikap seperti ini dapat dikatakan sebagai tanda-tanda kemunafikan. Sikap ini juga merupakan tanda adanya penyakit hati dan matinya jiwa seseorang.

Di antara mereka ada pula yang tidak pernah memegang apalagi membaca al-Qur’an sedikit pun. Memang ja banyak membaca, akan tetapi bukan al-Qur’an yang ia baca. la banyak menelaah, akan tetapi bukan al-Qur’an yang ia telaah.

Di antara orang-orang yang berpuasa, ada juga yang tidak mendidik dirinya sendiri dengan bersedekah di bulan Ramadhan. ia tidak mau menyedekahkan sebagian hartanya dengan cara memberikan sebagian makanan untuk berbuka puasa bagi orang-orang lain yang sedang berpuasa. Pintu rumahnya selalu tertutup dan tangannya sangat berat untuk memberi kepada orang lain.

“Sesuatu yang dan sisimu akan len yap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. An-Nahi: 96).

“Sesuatu yang kaniu usahakan dan kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan nendapat pahalanya pada sisi Allah” (QS. A1-Baqarah: 110)

Di antara orang yang berpuasa, banyak juga yang tidak melaksanakan shalat tarawih dan bermalas-malasan mengerjakannya. Seolah-oleh dia mengatakan bahwa cukup bagiku melaksanakan jbadah-ibadah fardhu saja. Sedangkan dirinya tidak merasa cukup dengan yang sedikit ia peroleh di dunia ini, bahkan selalu berusaha mewujudkan yang lebih sempurna.

Orang-orang yang berpuasa juga seringkali membebani keluarga dengan membuat banyak makanan dan minuman hingga mereka tidak sempat membaca al-Qur’an dan as Sunnah, zikir kepada Allah dan beribadah. Seandainya saja mereka hanya menyiapkan makanan sebatas yang mereka perlukan saja, niscaya akan ada banyak waktu bagi mereka untuk membekali din dengan ketaatan kepada Allah.

Ya Allah, tambahkanlah kepada kami keimanan dan janganlah Engkau kurangi. Anugerahkanlah kepada kami dan janganlah engkau mencegah anugerah itu. Muliakanlah kami dan janganlah menghinakan kami. Ampuni dan maafkanlah kami.[]

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam