Home / dunia islam terkini / KIFARAT BAGI LAKI-LAKI YANG MENYETUBUHI ISTERINYA YANG SEDANG HAId

KIFARAT BAGI LAKI-LAKI YANG MENYETUBUHI ISTERINYA YANG SEDANG HAId

Masalah ini kita sebutkan di sini sekadar pengetahuan saja bagi kaum wanita, karena sebenarnya ini termasuk Fiqih kaum lelaki.

 

Berikut arti dari sebuah hadist :

“Dan Ibnu ‘Abbas ra. dan Nabi saw. mengenai laki-laki yang menyetubuhi isterinya yang sedang haid, bahwa ia harus bersedekah satu dinar atau setengah dinar. (H.R. Lima Perawi. Mengenai hadist ini Abu Daud mengatakan “Demikianlah riwayat yang benar”, yakni dia katakan. satu atau setengah dinar. Dan hadits yang sama diriwayatkan pula oleh Ad-Daruquthni dan lbnu Al-Jarud)

 

Para ulama berselisih pendapat mengenai hadits di atas. Dan oleh karenanya tentang kifarat laki-laki yang menyetubuhi isterinya yang sedang haid inipun mereka perselisihkan pula.

Maka berkatalah Asy-Syaukani: “Hadits itu memang menunjukkan bahwa laki-laki yang menyetubuhi isterinya sewaktu haid, wajib membayar kifarat. Yang berpendapat seperti ini ialah Ibnu ‘Abbas, Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jabir, Qatadah, Al-Auza’i, Ishaq dan Ahmad.

Namun berapakah kifaratnya, mereka berselisih. Hasan dan Sa’id mengatakan, kifaratnya memerdekakan budak wanita. Sedang yang lain berpendapat cukup satu dinar atau setengahnya. Tapi dalam keadaan bagaimanakah satu dinar wajib dikeluarkan, dan kapan pula yang setengah dinar, itupun diperselisihkan. Karena periwayatan dalam hal ini pun berbeda-beda.

Tapi sesudah itu Asy-Syaukani kemudian menyimpulkan, bahwa pendapat yang mengatakan satu atau setengah dinar adalah pendapat yang paling sah dari Asy Syafi’i dan Ahmad menurut salah satu dari dua periwayatan mereka –periwayatan mana telah dikemukakan pula oleh Asy-Syaukani–. Tapi di atas semua ini, kebanyakan Ulama Salaf berpendapat, bahkan laki-laki itu sebenarnya tak wajib membayar kifarat, ia hanya wajib beristighfar, yakni tobat. (Nail Al-Authar 1:418)

 

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam