Home / dunia islam terkini / MASA DARAH NIFAS

MASA DARAH NIFAS

 

PENGERTIAN DARAH NIFAS

Darah nifas ialah darah yang keluar dari Rahim seorang ibu yang melahirkan, baik darah yang keluar setelah melahirkan atau bahkan sewaktu proses melahirkan atau bahkan sebelum melahirkan yang diikuti rasa sakit mau melahirkan adapun darah yang tidak diikuti rasa sakit atau bahkan diikuti rasa sakit tapi tidak dalam proses melahirkan maka itu bukan merupakan darah nifas.

Sehingga seorang ibu yang melahirkan dilarang sholat atau pun puasa dikala itu,  ininya darah nifas itu harus ketika melahirkan sebelum sesudah atau waktu proses melahirkan, adapun yang dikeluarkan seorang ibu tatkala melahirkan belum berbentuk manusia artinya keguguran maka darah tersebut bukanlah darah nifas.

 

LAMANYA MASA NIFAS

Masa nifas paling lama bagi seorang ibu ketika melahirkan adalah 40 hari setelah melahirkan. Dan tidak ada ketentuan berapa lamanya masa nifas yang paling singkat. Karena untuk mengetahui nifas memang tidak diperlukan tanda lain selain melahirkan anak.

Dalam hal itu memang ada pendapat lain mengenai lama masa nifas ini. Menurut madzhab Syafi’i, masa nifas yang paling lama ialah 60 hari. Sedang 40 hari adalah yang dialami oleh umumnya kaum wanita. Dan begitu pula madzhab Maliki berpendapat bahwa masa nifas yang terpanjang adalah 60 hari.

 

BERAPAKAH LAMA NIFAS BILA MELAHIRKAN ANAK KEMBAR?

Bila ada seorang ibu yang melahirkan anak kembar, maka nifas terhitung sejak kelahiran anak yang pertama, bukan dan yang kedua. Artinya, sekalipun antara anak yang pertama dengan yang kedua ada waktu beberapa saat, maka masa nifas itu tetap dihitung sejak kelahiran anak yang pertama, walaupun beda waktu itu umpamanya sampai mencapai sepanjang masa nifas yang paling lama.

Jadi andaikan ada seorang ibu melahirkan seorang anak, dan sudah 40 hari lahir lagi anak yang kedua, maka darah yang keluar melahirkan anak yang kedua ini, adalah darah penyakit tidak dianggap darah nifas. Tapi baiklah kita lihat bagaimana pendapat para ulama pada masing-masing madzhab:

Dalam madzhab Syafi’i, bila seorang ibu melahirkan anak kembar, maka nifasnya dihitung dan kelahiran anak kedua. Sedang darah yang keluar sehabis melahirkan anak yang pertama, tidak dianggap darah nifas, tapi darah haid bila bertepatan dengan saat datangnya haid seperti biasanya setiap bulan. Sedang kalau tidak demikian, maka dianggap darah penyakit.

Adapun menurut madzhab Maliki, dalam kasus kelahiran kembar, bila beda waktü antara dua kelahiran itu sampai 60 hari –masa nifas terpanjang menurut rnadzhab Maliki–, maka nifasnya sendini-sendiri. Tapi kalau beda waktu itu kurang dan 60 hari, maka nifasnya hanya satu dan dihitung dari kelahiran anak yang pertama. (Fiqih ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Wazarat Al-Auqaf h.148)

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam