Home / dunia islam terkini / MASALAH-MASALAH YANG MASIH ADA KAITANNYA DENGAN SOAL WUDHU’

MASALAH-MASALAH YANG MASIH ADA KAITANNYA DENGAN SOAL WUDHU’

HERSALAMAN LELAKI PEREMPUAN

Termasuk dalam arti bersentuhan adalah bersalaman antara lelaki perempuan. Jadi seperti yang telah kami katakan di atas, bersalaman pun tidak membatalkan wudhu’ dalam madzhab Hanafj. Maksudnya bila anda mengikuti madzhab ini, maka ketika berwudhu’ anda harus mengusap keseluruhan rambut anda, karena demikianlah menurut Ulama madzhab ini. Lain halnya kalau anda mengikuti madzhab lain.

dan itu ketahuilah, bahwa apakah bersalaman antara lelaki perempuan itu membatalkan wudhu’ atau tidak, adalah satu hal. Sedang hukum bersalaman itu sendiri adalah hal yang lain. Jadi seperti halnya meminum khamar. Bila orang meminum sedikit khamar memang tidak batal wudhu’nya, namun demikian hukumnya tetap haram.

Maka demikian pula halnya bila seorang wanita bersalaman dengan lelaki, semua Ulama sepakat (jima’) bahwa itu haram hukumnya. Oleh sebab itu wajiblah bagi siapa pun yang menginginkan kebahagiaan akhirat, agar membersihkan diri dari adat seperti itu dan kembalilah kepada ajaran Islam yang sebenarnya Demikianlah semoga Allah mengampuni kita semua, dan Dia jualah yang lebih tahu.

Sedangkan hokum menyentuh suami istri bersentuhan setelah wudhu itu ulama’ berpendapat ada yang membolehkan sebab tidak bertujuan untuk bersenggama atau bersetubuh berdasarkan firman Allah ta’ala :” Firman Allah yang berbunyi :

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّا

“Dia berkata darimana aku bisa punya bayi padahal aku tidak disentuh seorangpun dan aku bukan pezina”. (Qs Maryam [19]:20)

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ

“Dia berkata darimana aku bisa punya anak laki-laki padahal aku tidak disentuh seorangpun”. (Qs. Alu Imron [3]:47)

مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنّ

“Sebelum kalian menggauli (berhubungan badan) mereka”. (Qs.al-Baqarah [2]:173

Dalam alquran jika bertujuan untuk bersenggama atau setubuh menggunakan kata مس –يمس (massa – yamussu ) bukan لامس – يلامس (laamasa – yulaamisu) meskipun mempunyai 2 arti tapi pemahamannya tidak sama dalam kaidah bahasa :”setiap yang sama dalam bahasa arab mempunyai makna yang berbeda “

BERCEMARA

Banyak wanita sekarang yang memakai cemara atau wig. Kemudian ketika berwudhu’ cukup mengusap di atasnya saja. Tentu saja wudhu’nya tidak sah. Karena yang diusap bukanlah bahagian kepala. Padahal mengusap kepala adalah termasuk rukun wudhu’, sebagaimana difirmankan Allah SWT

Artinya:“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Al-Ma’idah 5:6)Lain dan itu Islam pun sebenarnya tidak mengizinkan wanita membuka-buka rambutnya.

Sekarang bagaimana kalau yang terbuka itu wig, jadi bukan rambut yang asli? Kita jawab: Bahwa hikmat pengharaman membuka kepala bagi kaum wanita adalah, agar anggota mulia yang sering menimbulkan fitnah itu jangan dipertontonkan kepada kaum lelaki, hingga terjadi ketenangan dan ketenteraman dalam masyarakat.

Padahal kita tahu bahwa dengan memakai wig, maksudnya tentu agar lebih menarik dan ingin mempertontonkannya. Kalau tidak, kenapa harus memakai wig segala? Jadi bila pemakaian wig itu diizinkan, maka akan lebih mendorong wanita memamerkan dirinya dan ke luar dan perintah Allah Rabbul ‘Alamin.

Dan demikian pula halnya dengan sanggul palsu dan sejenisnya.Belum saatnyakah kaum muslimat kembali kepada Tuhan kembali kepada kesucian yang sesungguhnya, hingga dengan demikian berarti mereka ikut mengangkat derajat agama Islam, sebagaimana yang telah mereka lakukan pada masa Rasulullah saw.?

CAT KUKU

Kemudian bagaimanakah pandangan kita mengenai wanita yang memakai cat kuku, lalu begitu saja berwudhu’ dan shalat tanpa menghilangkan catnya terlebih dahulu?Shalat mereka tentu saja tidak sah. Karena dengan adanya cat kuku, ketika mereka berwudhu’ air tak bisa menembus sampai ke kuku.Adapun kalau masih ada yang menentang dengan menyamakan cat kuku dengan pacar atau inai, Bukankah wanita yang memakai inai masih sah wudhu’nya?Kita jawab, bahwa inai tidaklah sama dengan cat kuku. Karena inai adalah termasuk bahan pencelup, bukan cat. Adapun perbedaan antara pencelup dengan cat adalah, bahwa pencelup itu dapat meresap ke dalam pori-pori kulit. Hingga bisa kita lihat ia tak bisa hilang dari kuku, kecuali bila kuku itu telah memanjang lalu kita gunting sedikit-dikit.

Demikian pula ja takkan hilang dan kulit, kecuali setelah beberapa hari di mana kulit yang terkena pacar itu mengelupas berganti dengan yang lain, sesuai dengan kerja keras seseorang dan pergesekan yang terjadi antara kulit itu dengan benda-benda lain. Adapun cat tak lain adalah selaput tipis yang menempel pada permukaan sesuatu.

Intinya cat yang mengenai anggota tubuh kita yang sifatnya tidak meresap air maka wudhu kita tidak sah sebab anggota tubuh tersebut tidak terkena air wudhu, maka penulis menghasung sangat agar tidak sembarangan menggunakan tionta yang  sekiranya tidak tahu apakah ini menyerap air atau kah tidak ? jika kalian ragu maka tinggalkanlah dan lebih baik  kita menghindarinya .

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam