Home / dunia islam terkini / MEMBERSIHKAN SENDI-SENDI JARI TANGAN DAN KAKI serta hukum bersiwak

MEMBERSIHKAN SENDI-SENDI JARI TANGAN DAN KAKI serta hukum bersiwak

 

MEMBERSIHKAN SENDI-SENDI JARI TANGAN DAN KAKI

 Yang dimaksud ialah membasuh lekukan-lekukan kulit pada sendi-sendi jari tangan maupun kaki. Hukumnya sunnah mustaqillah, sunnah yang berdiri sendiri tidak khusus ketika berwudhu’. Jadi bukan wajib.

Kemudian disamakan pula hukumnya dengan ini, membersihkan kotoran yang terdapat pada lekuk-lekuk daun dan lobang telinga. Hanya cara membersihkannya cukup diusap. Karena bila dibasuh, barangkali membahayakan telinga. Dan begitu pula membersihka lobang hidung dan kotoran yang terdapat di manapun, di tangan atau di tempat lain, baik karena keringat, debu dll.

 

SIWAK

 

Bersiwak juga termasuk fîtrah, karena dengan bersiwak mulut menjadi bersih. Dan yang dimaksud ialah menggosok gigi dengan menggunakan ranting kayu atau semisalnya. Hanya yang diutamakan ialah dengan menggunakan ranting kayu arak.

Hukumnya mustahab ketika berwudhu’ dan shalat apa saja, baik di dalam atau di luar mesjid. Begitu pula ketika bangun tidur, ketika mulut berbau dan ketika masuk rumah. Karena menurut Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi saw. bersabda:

 

Artinya:

“Sekiranya takkan menyusahkan umatku, pasti kusuruh mereka bersiwak setiap hendak melakukan shalat. (H.R. Jama’ah). Dan menurut riwayat lain: setiap berwudhu’.” (H.R. Malik, Al-Haihaqi dan Al-Hakim, dan oleh Al-Hakim hadits ini dianggap shahih)

 

Dan dari ‘Aisyah ra.:

Artinya:

“Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Tuhan redha”. (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ad-Darimi)

 

Dan disunnahkan pula agar batang siwak itu dicuci sehabis dipakai, sebagaimana dianjurkan dalam hadits.

Dan bagi orang yang sedang puasa, mustahab pula bersiwak. Hanya memang ada sebagian Ulama yang tidak menyukainya bagi orang yang sedang puasa setelah tengah hari, meski Imam Asy-Syafi’i -ra himahullah– sendiri menganggap itu tak ada jeleknya dilakukan.

 

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam