Home / dunia islam terkini / MEMBERSIHKAN WAJAH DARI RAMBUT (kumis atau yang lainnya)

MEMBERSIHKAN WAJAH DARI RAMBUT (kumis atau yang lainnya)

 

 

Banyak wanita bodoh –khususnya wanita-wanita Eropa—yang tidak mengerti tabiatnya sendiri. Mereka tidak tahu bahwa dengan keluarnya dari tabiat kewanitaan, mereka tidak asli dan tidak benar-benar wanita lagi. Padahal mereka sebenarnya telah diciptakan Tuhan dengan ciri wajah tersendiri.

Tapi anehnya, kaum muslimat pun ada pula yang tiru-tiru menjadi bodoh. Bahkan ada pula yang secara serampangan beralasan dengan pendapat-pendapat yang lemah. Memang dalam Risalah Ahkan An-Nisaa’ karangan Imam Ahmad, ada beliau katakan: Muhammad bin Ali Al-Wariq memberitakan kepada kami, katanya: Mahna bercerita kepada kami bahwa dia pernah bertanya kepada Abu Abdillah tentang mencukur wajah. Maka dia jawab:“Bagi wanita itu tidak ada jeleknya” (Imam Ahmad: Ahkaam An-Nisa’, Tahqiiq Al-Ustadz Abdul Qadir ‘Atha, cet. Daar At-Turaats Al-‘Arabi, h.17) Tapi kemudian oleh peneliti risalah tsb. dikatakan: “Mencabut pun termasuk merubah juga. Karena mencabut artinya membedol rambut dari tempat aslinya, sehingga seolah-olah tempat itu akhirnya tidak berambut, padahal aslinya berambut. Berarti mencabut pun sama halnya dengan melakukan perubahan.”Padahal saya pikir, aslinya wajah wanita itu tidak ditumbuhi rambut. Bahkan Imam Ahmad sendiri dalam “Ad-Dim A1-Khalish” mengatakan: “Kalau ada perempuan yang tumbuh janggut atau kumis, maka tidaklah haram menghilangkannya, bahkan mustahab atau malah wajib seperti keterangan lalu” (j. 1 h. 230 cet. Ke-2)Dengan demikian wanita hendaknya membersihkan wajahnya sesuai dengan kewanitaannya. Jadi bersihkanlah wajah anda dengan kewanitaannya.

Jadi bersihkanlah wajah anda dari rambut-rambut yang berlebihan, jangan dengan pisau cukur –demikian kata para Ulama–. Tapi hilangkanlah dengan krem perontok bulu atau bedak khusus atau yang lain sejenisnya. Percayalah bahwa dengan menghilangkan rambut-rambut itu bukan berarti merubah ciptaan Allah. Karena aslinya memang tanpa rambut seperti keterangan di atas.

Imam Ahmad memang menyuruh wanita memusnahkan rambut dari wajahnya, dengan istilah “Al-Haff”. Begitu pula ketika diajukan beberapa pertanyaan kepada beliau sebagaimana dapat kita fahami dalam nisalah tersebut di atas, antara lain beliau menjawab tentang hukum memusnahkan ails, dengan istilah “Namsh Al-Hajibain”.

Bahkan kadang-kadang dengan istilah “Al-Halaq” yang artinya “mencukur”. Sedang menurut bahasa, “Al-Haff” memang sama artinya dengan “Al-Halaq”. Namun demikian, memusnahkan rambut dan wajah wanita, yang dimaksud Imam Ahmad tentu dengan cara yang sesuai dengan tabiat wajah dan rambut wanita itu sendini. Jadi bukan berarti harus dicukur pakai pisau, seperti yang dikatakan Al-Ustadz peneliti risalah itu.Sebab kalau dicukur dengan pisau, rambut itu nantinya justru semakin subur dan bertambah banyak. Dengan demikian wanita itu semakin ke luar dan tabiatnya, sehingga boleh jadi akan menjauhkan kaum lelaki yang hendak meminangnya kalau wanita itu masih perawan, dan menyebabkan dia diceraikan suaminya kalau sudah berkeluarga.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam