Home / Uncategorized / Memejamkan mata dan menjauh dari tempat-tempat maksiat

Memejamkan mata dan menjauh dari tempat-tempat maksiat

Pertanyaan:  bagaimana kita menjauh dari terjatuh dalam maksiat dan menutup pintu syaiton  ?

Jawab: jika seorang laki-laki melihat wanita yang cantik maka melihat itu adalah pengetahuan, kemudian pengagumannya masih tetap didalamnya dan kekaguman itu adalah sebuah penemuan walaupun masa yang sebentar ini tidak terjadi sesuatu, akan tetapi kita meninggalkan pandangan yang dapat mengisyaratkan sehingga berubah menjadi mengenal, kemudian sulit untuk ditangani. Akan tetapi jika seorang laki-laki melihat wanita cantik yang tidak halal baginya dengan pandangan sekilas kemudiamn setelah itu mengingat perintah Allah untuk memejamkan mata dan ia memejamkan matanya , apakah disana terdapat bagian dari celaka ?, atau ketidak adanya kemungkinan,  atau kemampuan, tidak……

Sebelum memulai semua ini Allah ingin menjaga sarang mukmin, dan menghentikan  kesempatan bagi pekerjaan setan. Maka Allah memerintahkan kita untuk memejamkan mata, maka ketika kita memejamkan mata maka selesailah semua itu, oleh karena itu Allah telah memerintahkan kita untuk memejamkan mata dan agar tidak mendekat kepada perkara-perkara yang haram. Sebagai rahmat dari-Nya, karena masalah ini sendiri  jika engkau telah melakukan pertemuan maka kita harus kembali kepada jalan Allah dan  melepasnya .

Oleh karena itu jauhilah sejak pertama kali sehingga engkau tidak terjatuh kedalam perkara yang diharamkan oleh Allah,

Ketika engkau melihat orang-orang yang meminum arak maka jangan duduk bersama mereka, kenapa?

Karena godaan dalam kondisi ini sangat kuat karena sesungguhnya kamu jika berpaling dari mereka seketika, ketika kamu melihat mereka maka tidak ada godaan dalam diri kamu. Akan tetapi jika engkau masih dengan mereka maka cobaan semakin berat dan lebih mudah terjatuh dalam maksiat dan lari darinya lebih sulit, Allah ingin berbelas kasih padamu, dan Allah ingin berbelas kasih pada setiap  mukmin, oleh karena itu Allah mmerintahkan untuk menjauh dari maksiat dengan sempurna sejak kesempatan dan  pandangan pertama . jangan mengatakan “sesungguhnya aku kuat dan aku mampu menandingi”  karena sesunggunya Allah mengetahui bahwa manusia itu lemah dan kenapa engkau melakukan pergerakan yang tidak diperintahkan oleh seorang pun dan menghamburkan kekuatan yang tidak diperintahkan dan menghadapkan dirinya ntuk jatuh didalam pertikaian larangan allah , gunakan kekuatan ini untuk kebaikan dan gunakan untuk membntu perkara yang bermanfaat unuk manusia sebagai ganti dari perjalanannya ketempat maksiat lalu setelah itu engkau disebut orang yang kuat dan sebagai ganti engkau membuka pintu syaiton lalu engkau tidak bisa menutupnya kembali .

(Diterjemahkan dari kitab fatawal khubro, karangan syekh Muhammad mutawalli As-Sya’rowi hal : 41)

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam