Home / dunia islam terkini / mendidik anak untuk semua usia khususnya dibulan ramadhan

mendidik anak untuk semua usia khususnya dibulan ramadhan

Cara Mendidik Anak di Bulan Ramadhan

Di bulan Ramadhan pendidikan terhadap anak nasihat yang baik sangatlah penting. Sebab mereka dan amanah dari Allah.

Anda tentu ingin anak-anak Anda memperoleh kemenangan di bulan Ramadhan. Berikut ini akan saya jelaskan beberapa cara mendidik dan mengajari anak dalam mendidik anak dengan baik.

Pertama,jadilah orangtua yang bisa menadi teladan. Anak-anak Anda tentu akan melihat Anda sebagai seorang ayah, pendidik, guru, ataupun teladan bagi mereka.

“Kami jadkan istrinya dapat mengandung. Sungguh mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Karni dengan harap dan cernas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Karni.” (QS. Al-Anbivâ:90)

Kedua, apa yang tampak, yang terdengar, dan terlihat dalam rumah akan memberikan dampak yang besar bagi sang anak dan masa depannya. Mengajarkan keimanan, bacaan al-Qur’an, hadis, banyak berzikir dan melaksanakan perintah-perintah Allah di dalam rumah, serta menjauhi segala larangan-Nya akan membuat sang anak senantiasa berada di jalan yang lurus dan taat pada perintah agamanya. Sebaliknya, mempengaruhi anak dengan hal-hal yang melenakan, akan membuat sang anak tumbuh menjadi sosok yang menyimpang.

Ketiga, ajak anak kita belajar al-Qur’an, baik dengan menghafal, mengajarkan tajwid, ataupun mengajarkannya cara membaca yang baik. Masa kanak-kanak merupakan waktu yang tepat untuk menghafal dan menerima pelajaran. Jika seorang anak kehilangan kesempatan emas ini dan waktunya di habiskan hanya untuk sesuatu yang sia-sia, maka hanya penyesalan yang akan dirasakannya.

Keempat, temani sang anak ketika masih berusia kanak-kanak. Dia harus dihindari dan pertemanan dengan teman-teman yang berakhlak buruk. Teman yang tidak baik akan lebih berbahaya daripada penyakit menular dan lebih merusak dan musuh manapun.

Tidak sedikit sesuatu yang baik menjadi rusak oleh sesuatu yang buruk. Banyak sekali seseorang yang terpengaruh oleh sahabatnya. Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah, “Agama seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, kalian hendaknya memperhatikan dengan siapa berteman. Janganlah bertanya kepada seseorang men genai kepribadiannya, tanyakanlah kepada temannya. Setiap orang akan mengikuti perilaku teman ya.”

Kelima, mendidik anak dengan pendidikan akhlak yang baik. Hendaknya orangtua berusaha membuat anak mencintai hal-hal yang mulia dan membenci hal-hal yang tidak terpuji. Nabi bersabda, “Sungguh Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang hina.”

Keenam, perhatikan pakaian anak dan penampilannya. Sang anak harus dididik memiliki moral sesuai dengan sunnah Rasulullah dan metode yang diajarkan olehnya. Sang anak tidak boleh dibiarkan meniru gaya berpakaian musuh-musuh Allah.

Nabi bersabda, “Orang yang mengikuti suatu kaum maka dia termasuk ke dalam golongan mereka.”

Hindarkan anak laki-laki dari memakai emas, sutera, pakaian yang menyeret hingga tanah, berkata tidak sopan, banyak tertawa, berkata sia-sia, mengumpat, tergesa-gesa, ringan tangan, menyia-nyiakan waktu, dan perilaku aib lainnya.

Ketujuh, tananamkan keagungan Allah dalam hati sang anak.

Kedelapan, arahkan sang anak untuk menuntut ilmu yang bermanfaat dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Harus ditanamkan pula rasa keikhlasan dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh dalam menghafal dan mengulang pelajaran, dan membuat sang anak merasakan manfaat dan ilmu yang didapatnya dan kesungguhannya.

Kesembilan, doakan sang anak agar diberikan taufik-Nya setelah melaksanakan shalat. Selain itu adukan segala permasalahan kepada Allah agar Dia memperbaikinya, memberinya hidayah, dan memeliharanya. Hendaknya orangtua selalu menyempatkan din di malam han dan waktu-waktu yang mustajab dengan bersimpuh di hadapan Allah agar Allah menanamkan keimanan dalam hati sang anak dan memperkokoh keimanannya itu dalam jiwanya.

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan, anugerahi kami istri dan keturunan yang manjadi pen yenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi oran g-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqân: 74)

Kesepuluh, sayangi sang anak, kasihi, berlemah lembut, mencium, mencandainya, berusaha membuatnya bahagia, tidak bersikap kasar dan keras kepadanya, dan tidak menyakiti perasaannya di hadapan orang lain.

Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang diberkahi dimanapun kami berada.[]

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam