Home / dunia islam terkini / Mengakhirkan berbuka puasa hingga larut malam

Mengakhirkan berbuka puasa hingga larut malam

Masalah kedua puluh

Benakah puasa akan lebih afdhal jika waktu berbuka puasa diakhirkan hingga larut malam ?

 

Rasulullah s.a.w. bersabda

“Manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegarkan berbuka puasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda, “Jika malam telah datang, dan jika siang telah pergi, kemudian matahari juga telah terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w. menganggap orang yang berpuasa sebagai orang yang telah berbuka secara maknawi, hanya dengan masuknya waktu berbuka meskipun dia belum makan sesuatu.

Di antara kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian orang adalah mengakhirikan waktu berbuka puasa hingga sebelum terbit fajar. Perbuatan ini dianggap sebagai sikap yang berlebihan. Sungguh celaka orang yang melakukan sesuatu secara berlebih-lebihan!

Masuknya bagian pertama dari waktu malam merupakan sesuatu yang membolehkan seseorang muslim berbuka. Sebagai salah satu upaya mengikuti sunah nabi s.a.w., seorang muslim sebaiknya menyegarkan berbuka dan tidak mengakhirkannya hingga larut malam.

Ada satu pertanyaan, apakah yang menjadi batas masuknya waktu berbuka puasa itu adalah dikumandangkannya adzan magrib , ataukah datangnya waktu malam dan terbenamnya matahari ? Jawaban yang benar adalah terbenamnya matahari, akan tetapi jika yang menjadi muadzim adalah orang yang dapat dipercaya, maka adzan magrib yang dikumandangkannya itu dapat dijadikan sebagai patokan untuk berbuka puasa.

jadi waktu berbuka puasa bagi orang yang berpuasa adalah setelah terbitnya matahari, maka jika melebih-lebihkannya artinya berbuka hingga larut malam maka hal itu tidak diperbolehkan sebagaimana hadits Nabi SAW diatas.

 

About admin

Check Also

LAMA BERLANGSUNGNYA MENSTRUASI (DARAH HAID) KE LUAR

Lama masa menstruasi seorang wanita tergantun setiap individu, pada umumnya Darah haid ke luar paling …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam