Home / dunia islam terkini / menghidupkan sunnah-sunnah rasululloh nabi muhammad

menghidupkan sunnah-sunnah rasululloh nabi muhammad

Menghidupkan Sunnah di Bulan Ramadhan

Rasulullah merupakan pemimpin umat dan teladan bagi manusia Tiada kebahagiaan tanpa mengikuti sunnahnya. Tiada kemenangan selain mengikuti langkahnya.

“Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang namanya tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk.”(QS. A1-A’râf: 157)

Setelah Rasulullah diutus, surga tidak akan dapat dimasukimelainkan dengan mengikuti jalan dan sunnahnya. Jalan dan sunnahnya bagaikan kapal Nuh, orang yang menaikinya dia akan selamat, dan orang yang enggan menaikinya maka akan binasa.

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah.”(QS. A1-Ahzâb: 21)

“Hendaknya kalian melaksanakan sunnahku dan sunnah para khulafa al-ras yidin setelahku. Laksanakanlah itu semua dengan kesabaran. Hindarilah membuat hal-hal baru, karena hal-hal yang baru termasuk bid’ah, dan setiap bid’ah sesat.”

“Orang yang enggan melaksanakan sunnahku, dia tidak termasuk golonganku.” (HR. Bukhari-Muslim)

“Orang yang melakukan suatu amal perbuatan yang bukan termasuk perintah kami maka amal itu akan ditolak.”(HR. Bukhari-Muslim)

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzâb:36)

Allah melarang kita mendahului-Nya dan Rasul-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, jan ganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Men getahui.” (QS. Al-Hujurât: 1)

Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh berkah untuk menghidupkan sunah Rasulullah, baik dalam diri pribadi, keluarga, ataupun masyarakat. Adapun sunah Rasulullah mengenai puasa telah kami jelaskan di awal buku ini dalam pembahasan tentang petunjuk Rasulullah di bulan Ramadhan.

“Ada sepuluh hal yang termasuk fitrah: mencukur kumis, memanjangkan jenggot, memasukkan air ke hidung, memotong kuku-kuku, mencuci sela-sela jemari, mencukur bulu ketiak, memotong bulu kemaluan, dan memakai wewangian.” (HR. Muslim)

“Allah tidak akan memandang oran g yang pakaiannya diseret-seret karena sombong.”(HR. Bukhari)

“Kain yang lebih rendah dan dua mata kaki, maka orang yang memakai kain itu tern patnya neraka.”(HR. Bukhari)

Rasulullah pemah melarang beberapa hal,

  • minum sambil berdiri,
  • mengusir orang yang sedang duduk lalu duduk di tempat itu
  • menyentuh kemaluannya sendiri dengan tangan kanan,
  • berjalan dengan menggunakan satu sandal,
  • mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat,
  • mengenakan pakaian yang tidak menutup kemaluan.
  • menggunakan satu sandal atau satu sepatu,
  • bernafas dalam gelas ketika minum,makan dan minum dengan menggunakan gelas atau piring yang terbuat dari emas dan perak
  • pria memakai cincin dan emas, pakaian yang terbuat danemas atau sutera. Namun, dihalalkan bagi kaum wanita,
  • shalat setelah shalat shubuh hingga matahari terbit dansetelah Ashar hingga matahari terbenam.
  • shalat menghadap kuburan,
  • tidur sebelum waktu Isya, dan mengobrol setelah waktu isya
  • berteriak histeris ketika mendapat kesedihan,
  • mencabut uban,
  • berpuasa di hari jumat,
  • menjual air yang bekas dipakai,
  • menato tubuh,
  • dan menyambung rambut (wig).

Masih banyak lagi laranga-nlarang yang terdapat dalam hadis-hadis sahih.

Sunnah yang juga terdapat dalam hadis sahih adalah anjuran bersiwak

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.”

Dalarn riwayat lain, “… setiap kali melakukan shalat.”

Dalam riwayat lain, “Siwak itu dapat menyucjkan mulut dan di ridhai oleh Allah.”

Sunnah Rasulullah yang lain adalah melakukan shalat tahiyat masjid sebanyak dua rakaat sebelum duduk. Bagi pria disunnahkan masuk masjid melalui sebelah kanan dan keluar melalui pintu sebelah kin. Disunnahkan pula memakai sandal dengan mendahulukan kaki kanan, sedangkan ketika menanggalkannya mendahulukan sebelah kirri. Ketika bertamu terlebih dahulu mengetuk pintu sebanyak tiga kali, jika tidak ada jawaban hendaknya dia kembali.

Ya Allah, benikanlah pertolongan kepada kami untuk selalu mengikuti, mengamal dan memeliharanya Sunnah Rasulullah dengan baik.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam