Home / Uncategorized / Menghubungkan ibadah dengan ketaatan dan tidak dengan selainnya

Menghubungkan ibadah dengan ketaatan dan tidak dengan selainnya

Pertanyaan: apa pendapat anda pada orang yang mengatakan : sesungguhnya manfaat puasa itu nekemaskan perut, dan sholat  itu olah raga badan, dan menjadikan semua hal yang diwajibkan untuknya itu ada manfaat duniawinya ?

Jawab: apabila kita membicarakan tentang puasa  baik puasa romadhon  atau yang lainnya, sesungguhnya  kita tidak diwajibkan untuk menghubungkan ibadah kita, kecuali hanya taat kepada Allah SWT, itu merupakan hubungan  ibadah dengan tanpa ketaatan meskipun keluar dari maksud utamanya yaitu ibadah.  Misalnya ada orang yang berkata  “sholat termasuk cabang dari olah raga “ , kami katakan padanya “ sesungguhnya sholat itu ibadah, kami menunaikannya karena itu perintah Allah SWT, meskipun sholat termasuk sebagian dari olah raga, sungguh ini akan lebih masuk akal mengarah ke urusan olah raga itu sendiri, olah raga bisa dilakukan diwaktu-waktu yang kita inginkan, seenak kita , hal itu merupakan hikmah dari sholat, akan tetapi sholat itu ibadah, dan kita menunaikannya karena Allah memerintahkan ita, meskipun gerakannya sama seperti olah raga atau tidak sama, syariat sholat itu maksud dari sebuah ibadah yang disyariatkan atas dasar keimanan, dan itu cukup sebagai penutup agar kaita melakukan apa yang diperintahkan Allah, dan tidak melakukan apa yang dilarang oleh-Nya, tanpa harus memandang efek samping dari ibadah tersebut.

Disana kita dapati ada sesuatau yang bermanfaat yang tertunda, atau kesenangan sementara, dan bersamaan itu Allah telah melarang hal tersebut, dan disana juga kita membutuhkan kesabaran, tangungan dan kepayahan, padahal Allah telah memerintahkan kita, dan kita disini wajib mentoati perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Apa yang dikatakan dalam sholat dan apa yang dikatakan dalam puasa , sebagian manusia berpendapat bahwa Allah telah menyariatkan puasa agar manusia merasakan bagaimana rasanya lapar dan rasanya dirampas, meskipun itu benar Allah hanya menguji hambanya dengan puasa, mana diantara hambanya yang mau mentoati-Nya mana yang tidak mau mentoatinya, begitu juga denagn ibadah semuanya setiap kali manusia mencintai Allah, maka dia akan merasakan nikmatnya ibadah, dan setiap kali manusia menjauh dari Allah, dia akan merasa ibadah itu sebagai beban dan berkeinginan untuk berbuat kemaksiatan.

(Diterjemahkan dari kitab fatawal khubro, karangan syekh Muhammad mutawalli As-Sya’rowi hal : 55)

 

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam