Home / dunia islam terkini / MENGINGATKAN IMAM DALAM SHOLAT

MENGINGATKAN IMAM DALAM SHOLAT

tabiat manusia adalah tempat salah dan lupa jadi tidak heran jika kadang kala imam sholat  keliru atau salah ketika mengimami orang sholat,

Dalam shalat berjamaah, kadang-kadang imamnya keliru, mungkin dalam bacaan dalam sholat atau pada gerakan sholatnya tidak benar, kemudian oleh jamaah ma’mumnya diperingatkan kekeliruannya, atau bahkan oleh seorang jamaah wanita. Tapi apakah boleh seorang wanita memperìngatkan atau berbicara dengan imam, setelah kita tahu bahwa suaranya dalam shalat di hadapan lelaki bukan muhrim adalah aurat? Perhatikanlah hadits-hadits berikut:

Artinya:

“Dari Sahal bin Sa‘ad ra. dan Nabi saw.: Barangsiapa mengalami sesuatu (kekeliruan) dalam shalatnya, maka bacalah tasbih. Adapun bertepuk tangan hanyalah bagi wanhta“. (H.R. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’I dan Abu Daud dalam sebuah hadist yang panjang)

Sedang menurut Hadist lain yang diriwayatkan oleh Jama’ah dan Al-Baihaqi yang Artinya:

“Dan dari Abu Hurairah ra. dan Nabi saw.: Membaca tasbih itu untuk lelaki, dan bertepuk tangan itu untuk wanita dalam shalat”.

Tanggapan Asy-Syaukani: Hadits-hadits tentang bab ini –maksudnya dua hadits di atas dan hadits lain yang sema’na– menunjukkan tentang bolehnya membaca tasbih bagi lelaki dan bertepuk tangan bagi wanita bila terjadi suatu kekeliruan dalam shalat.

Dan pendapat ini menolak madzhab Malik menurut yang masyhur dan beliau, yang mengatakan bahwa yang disyari’atkan ialah bertasbih baik untuk lelaki maupun perempuan, bukan bertepuk tangan Dan juga menolak pendapat Abu Hanifah yang mengatakan bahwa rusaklah shalat wanita bila ia bertepuk tangan dalam shalatnya ìtu.

Sementara itu mengenai hukum membaca tasbih dan bertepuk tangan itu sendiri, apakah wajib atau cuma mandub saja dalam kasus seperti di atas, juga diperselisihkan. Segolongan Ulama Madzhab Syafi’I berpendapat itu sunnah Mereka antara lain ialah Al-Khithabi, Taqiyuddin As-Subki dan Ar-Rafi’i. Dan itu diceritakan juga oleh Ar-Rafi’i dari sahabat-sahabat Asy-Syafi’i yang lain. (Nail Al-Authar 2:218)

 

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam