Home / dunia islam terkini / Menyambut Hari Raya

Menyambut Hari Raya

Menyambut Hari Raya

Menyambut hari raya bukan dengan berpakaian serba baru, bukan pula dengan berbangga din, nyanyian, hiburan, atau kegiatan yang tidak bermanfaat. Menyambut hari raya harus dengan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan dan dengan saling bersilaturahmi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Makan di pagi han sebelum shalat Id. Misalnya, memakan beberapa buah kurma.
  2. Mengeluarkan zakat fitrah. Zakat fitrah dimaksudkan untuk membahagiakan fakir miskin, menghidupkan semangat saling menolong dan kasih sayang, serta menyucikan jiwa dan sifat kikir.
  3. Memakai pakaian baru dan harum untuk mengagungkanSang Pemilik Keindahan, Allah s.w.t. Sebab, Allah mencintai keindahan. Rasulullah bersabda, “Allah sangat sukamelihat bukti kenikmatan yang diberikan kepada hamba-Nya.”
  4. Hari Raya hendaknya diisi dengan saling mengunjungi,memberi salam, menyucikan din, dan saling mencintaisesama.
  5. Hari Raya adalah han silaturahim, berbakti kepada orangtua, bersikap lembut terhadap fakir miskin, dan mengasihitetangga.
  6. Hari Raya bagi kaum Muslimin tampak pada semakin bertambahnya keimanan yang diikat dengan syariat Allah danterlapisi oleh adab. Fada han raya, tampak canda tawa dan senyuman.
  7. Hari Raya mengingatkan kita pada han diperlihatkannya amal perbuatan. padahal itu, semua orang dikumpulkan,baik yang kaya, miskin, besar, kecil, seorang raja, rakyat biasa, yang hidupnya senang, sengsara, yang bergembira maupun yang bersedih hati.
  8. Hari Raya adalah han diberikannya ganjaran. Orang yangberpuasa dan melaksanakan shalat dengan penuh keimanan, akan diberikan kabar gembira berupa pahala yangsangat besar, kemenangan yang agung, dan ganjaran yangberlimpah. Orang yang puasanya tidak benar, menyepelekan perintah Allah, dan melampaui batas, dia akan sangatmenyesal, bersedih, dan merugi.

Setelah melaksanakan shalat Id, manusia akan terbagi menjadi dua kelompok. Pertarna, kelompok yang memperoleh ganjaran pahala dan keberuntungan. Allah berkata, “Pergilah, kalian telah diampuni. Kalian ridha terhadap-ku dan Aku pun ridha kepada kalian.” Kedua, kelompok yang merugi dan menyesal, mereka kembali dengan membawa penyesalan, kerugian, dan kesedihan.

Suatu ketika, orang saleh berjalan melewati orang-orang yang tengah merayakan hari Raya dengan berfoya-foya. Diaberkata, “Jika kalian melakukan kebaikan di bulan Ramadhan,bukan seperti ini caranya kalian bersyukur. Jika kalianmelakukan keburukan di bulan Ramadhan, bukan seperti inipula cara merayakannya.

Saudaraku, masih ingatkah engkau terhadap orang-orang yang shalat bersamamu di hari Raya sebelumnya, baik orang tua, kakek, maupun orang yang engkau cintai, kemanakah mereka pergi?

Di hari Raya nanti engkau akan memperoleh ganjaran dansetiap amal perbuatanmu. Jaga terus catatan amalmu agar berisi kebaikan. Sambut hari Raya dengan mengharap ridha dan ampunan-Nya.

“Sungguh, telah beruntung orang yang dijauhkan dan neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang mernperdaya.” (QS. Ah ‘Imran: 185)

Ya Allah, terimalah amal kami. Sungguh, Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ampuni kami, karena Engkaulah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam