Home / dunia islam terkini / MODEL PERHIASAN EMAS WANITA DAN PERHIASAN YANG DIHALALKAN MEMAKAINYA BAGI WANITA

MODEL PERHIASAN EMAS WANITA DAN PERHIASAN YANG DIHALALKAN MEMAKAINYA BAGI WANITA

 

 

Dalam pembahasan sebelumnya tentang  syarat-syarat busana muslimat, dan bahkan Allah SWT. telah menggariskan sifat-sifatnya dan kami pertegas secara terperinci lewat hadits-hadits Rasul dan pendapat para Ulama terkemuka.

Selain pakaian, wanita pun perlu perhiasan emas misalnya berupa  gelang emas atau cincin emas wanita atau pria atau yang lainnya ; yang dalam hal ini ada di antaranya yang dihalalkan seperti penggunaan minyak wangi seperti yang telah kami utarakan di atas, dan ada pula yang diharamkan Allah.

 

PERHIASAN YANG DIHALALKAN MEMAKAINYA BAGI WANITA:

 

  1. Minyak wangi demi kemesraan suami, tidaklah diharamkan. Masalah ini telah kita bicarakan pada bab Sunnah-sunnah Fitrah.
  2. Emas dan sutera, boleh dipakai tapi makruh berbangga dan bermegahan dengannya, hal mana bisa juga terjadi dalam perkara lain.

Menurut H.R. Abu Daud, An-Nasa’I dan At-Tirmidzi, dan disahkan oleh Ahmad, Al-Hakim dan At-Thabrani yang Artinya:

“Dari Abu Musa ra. bahwa Nabi saw. bersabda: “perhiasaan Emas dan sutera dihalalkan bagi kaum wanita dan umatku, dan diharamkan atas kaum lelaki”

 

Sedang menurut Muttafaq ‘Alaih yang Artinya:

“Dari Ali ra. ia berkata: Nabi saw. mendapat hadiah pakaian Sira’. Pakaian itu beliau kirim kepadaku lalu saya pakai. Maka saya lihat wajah beliau menampakkan kemarahan, seraya bersabda: “Pakaian itu saya kirim kepadamu, bukan untuk kamu pakai, tapi saya kirim kepadamu agar kamu bagi kepada orang-orang wanita dalam bentuk kudung”.

 

Agaknya seorang raja musyrik dan Ailah telah menghadiahkan pakaian Sira’ tersebut kepada Nabi, yaitu sejenis selimut lorek dengan garis-garis kuning campuran antara sutera dan emas murni, tapi ada pula yang mengatakan sutera saja.

Dalam satu riwayat lain ada tambahan kata: “Fasyaqaqtuhu baina nisaai”  (lalu kain itu saya bagi kepada isteri-isteriku).

Dan menurut riwayat lain: “bainal fawaathimi” (saya bagi kain itu kepada Fatimah-Fatimah) yaitu tiga orang Fatimah: Fatimah binti Rasulillah saw. Fatimah binti Asad, ibunda Sayidina Ali, dan Fatimah binti Hamzah.

Kedua hadits di atas merupakan dalil yang tegas bahwa perhiasan emas dan sutera itu haram bagi lelaki dan halal bagi wanita. artinya semua model perhiasan emas hanya boleh di pakai oleh wanita saja.

 

  1. Pakaian bercelup ‘Ushfur boleh dipakai dalam rumah, bila tak ada maksud berbangga dan menyombongkan diri dengannya terhadap sesama kawan atau tetangga.

Menurut Hadist Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah Artinya:

“Dari ‘Amr bin Syu ‘aib, dan ayahnya, dan kakeknya, dia mengatakan: Kami datang bersama Rasul saw. dan Tsaniyah. Maka beliau menoleh kepadaku, khususnya kepada bajuku yang tipis lagi lunak bercelup ‘Ushfur. Tanya beliau: “Apa ini?!” dan tahulah aku apa yang tidak beliau sukai. Sesudah itu saya pulang ke rumah, waktu itu keluargaku sedang menyalakan tungku dapur mereka, maka saya lemparkan bajuku itu ke dalamnya. Kemudian besoknya saya datang lagi menemui Nabi, maka bertanyalah beliau: “Hai Abdullah, kamu apakan baju ‘Ushfurmu itu?” Dan semua yang telah aku lakukan itupun saya katakan. Maka sabda beliau: “Kenapa tidak kamu berikan saja kepada salah seorang keluargamu, biar dia pakai?” Ibnu Majah menambahkan: “Sesungguhnya pakaian seperti itu tak apa dipakai wanita”.

 

‘Ushfur disebut juga Qirthim, ialah tanaman bahan pencelup pakaian, berwarna kuning emas mengkilat.

Dari hadits di atas jelaslah bagi kita bahwa pakaian bercelup ‘Ushfur boleh saja dipakai wanita, seperti keterangan kami di atas. Dan Allah jua Yang Lebih tahu.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam