Home / Uncategorized / Negara matrialis sulit mendapatkan keberuntungan

Negara matrialis sulit mendapatkan keberuntungan

Pertanyaan: kenapa Negara-negara matrialis menjadi lemah, tidak bisa hidup dengan hati senang dan perasaan beruntung  padahal banyak sekali unsur kemajuan keilmuan didalamnya ?

Jawab: sesungguhnya Negara matrialis yang didalamnya tidak memiliki keimanan, akan memberikan perassaan takut dan putus asa dari kehidupan, padahal setiap hal didalam Negara itu memiliki kemajuan dalam bahan-bahan, dan keamanan maka sesungguhnya setiap individu disana hidup dalam kegoncanagan yang merobek-robek dirinya kenapa ?.

Karena setiap orang yang matrealis itu menyembah sarana-sarana bukan kepada yang menciptakan sarana, dan meyakini dalam kemampuan manusia tanpa kekuasaan Allah SWT. maka ketika dipisah dari pekerjaannya dia tidak akan berkata “jika Allah menutup satu pintu rizki dihadapanku maka Dia akan membukakan ku banyak pintu”.

Dan dia tidak akan berkata “sesungguhnya ujian ini dari Allah untuk menguji diriku dan sesungguhnya setelah kesulian itu terdapat kemudahan”. Dan dia tidak akan berkata  “sesungguhnya Tuhan yang telah aku imani dan aku sembah tidak akan mencampakkanku selamanya”. Karena itu semua adalah ungkapan dari iman.

Akan tetapi ucapan matrealis menjadikan masa depan menjadi hitam, merasa bahwa sesungguhynya dunia akan tertutup dari hadapannya, dan sesungguhnya ia tidak akan menemukan pintu rizki dan sesungguhna ia benar-benar telah sirna dengan total.

Dan dari hal ini dia dengan keputus asaannya dari rahmat Allah memaksa dalam banyak waktu untuk bunuh diri, dan ditimpa kegilaan kenapa ?

Karena ia meyakini bahwa sesungguhnya manusia adalah yang mencegah dan ia yang memiliki sarana dan sesungguhnya Allah tidak memiliki apa-apa.

Ketika seorang matrialis sedang sakit dengan penyakit yang membuatnya putus asa untuk sembuh maka dia terputus dari harapan untuk masa depan, dan dia tidak akan berkata “jika saya tidak bisa meraih perantara maka sesungguhnya Allah tidak akan mencampakkanku, dan akan memberikan kepadaku jalan untuk kesembuhan”. Atau berkata “ sesungguhnya Allah SWT mampu menyembuhkanku walaupun aku tidak bisa mencari perantara”. Bahkan dalam penyembahannya terhadap sebab-sebab ia jadikan sebagai Tuhan, jika sebab-sebabnya itu lemah maka sesungguhnya Tuhannya telah mencampakkan dirinya, dan tidak akan kembali dihadapannya  kecuali menjadi gelap.

(Diterjemahkan dari kitab Fatawal Qubro Karangan syekh Muhammad Mutawali As-sya’rowi hal: 24)

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam