Home / dunia islam terkini / niat puasa sunnah

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas

Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?

 

Aisyah r.a. meriwayatkan,

“Pada suatu hari, Nabi s.a.w. menemuiku, kemudian dia bersabda, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu untuk dimakan?’ Aku pun menjawab, ‘Tidak.’ Maka dia bersabda, ‘Kalau begitu aku akan berpuasa.’ Pada hari yang lain, dia mendatangi kami, kemudian kami berkata kepadanya, ‘Kami telah diberi hais (makanan yang terbuat dari tepung) oleh seseorang.’ Nabi s.a.w. bersabda, ‘Perlihatkan kepadaku, sejak pagi aku berpuasa.’Kemudian Nabi pun memakan hais tersebut.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukan bahwa orang yang ingin berpuasa sunnah dibolehkan untuk memulai niatnya siang hari. Dia tidak harus berniat sejak malam seperti yang dilakukan ketika berpuasa wajib. Jika dia masih menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, padahal dia belum berniat puasa, maka ketika dia inginberpuasa, dia boleh memulai niatnya pada siang hari, bahkan – menurut kebanyakan ulama-meskipun matahari telah tergelincir.

Jika seseorang yang sedang berpuasa sunah, kemudian karena satu alasan dia tidak ingin membatalkan puasanya, maka menuurut pendapat yang terkuat, orang tersebut boleh berbuka dan tidak wajib mengganti puasanya. Karena, orang yang berpuasa sunnah dapat menentukan keinginannya sendiri.

Pendapat ini berbeda dengan pendapat para  ulama dari kalangan mazhab Hanafiyyah.

jadi pada dasanya niat boleh dilakukan kapan saja sebelum melakukan puasa itu sendiri, bahkan niat puasa boleh dilakukan dipagi hari jika itu puasa sunnah namun jika puasa wajib maka harus dilakukan sebelum menunaikan puasa wajib.

About admin

Check Also

LAMA BERLANGSUNGNYA MENSTRUASI (DARAH HAID) KE LUAR

Lama masa menstruasi seorang wanita tergantun setiap individu, pada umumnya Darah haid ke luar paling …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam