Home / dunia islam terkini / Orang yang berhadas besar lalu berpuasa

Orang yang berhadas besar lalu berpuasa

 Masalah Ketiga Puluh

Apa hukum orang yang berhadas besar lalu berpuasa ?

Aisyah meriwayatkan bahwa seorang lelaki pernah berkata, “Rasulullah! Ketika tiba waktu shalat Subuh, aku masih dalam junub. Bolehkah aku berpuasa ?” Rasulullah s.a.w bersabda, “Aku juga pernah seperti itukemudia aku berpuasa.” Orang itu berkata, “Engkau bukanlah orang seperti kami, wahai Rasulullah , karena Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, “Maka, Rasulullah s.a.w bersabda, “Demi Allah! Sungguh, aku berharap agara aku dapat menjadi orang yang plaing takut kepada Allah di antara kalian dan orang yang mengetahui tentang apa yang harus aku hindari,”(HR.Muslim)

            Ummu Salamah berkata, “Rasulullah s.a.w pernah keadaan junub pagi-karena telah berhubungan badan dan bukan mimpi. Kemudian beliau tidak berbuka dan tidak menggantikan puasanya.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

            Hadis-hadis di atas telah dijadikan dalil oleh orang-orang yang berpendapat bahwa orang yang dalam keadaan junub sampai pagi, puasanya tetap dianggap sah, sehingga dia tidak perlu lalgi mengganti puasanya tetap dianggap sah. Dalm hal ini, tidak ada perbedaan antara junub karean berhubungan badan atau karena mimpi. Inilah pendapat yang diikuti oleh mayoritas ulama.Imam Nawawi telah memastikan bahwa telah ada kesepakatan diantara para ulama mengenai hal ini.

Ibn Daqiq al-Id Berkata, “Hal itu telah menjadi kesepakatan atau paling tidak seperti kesepakatan.”

Jadi, orang yang mengakhirkan mandi wajibnya (karena bersenggama atau mimpi di malam hari) hingga terbit fajar, puasanya tetap sah, dan orang yang tidur disiang hari, lalu bermimpi dan ketika bangun dia melihat ada cairan di kemaluanya, puasanya juga tetap sah dan hanya diwajibkan mandi. Orang yang berpuasa tidak harus berada dalam keadan suci dari hadats besar sebelum fajar datang. Akan tetapi, alangkah lebih baik jika mandi terlebih dahulu sebelum terbit fajar.

Orang yang berhubungan badan pada malam hari,kemudian tertidur sampai matahari terbit , maka dia harus mandi wajib, mengerjakan shalat Subuh, dan puasanya tetap sah.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam