Home / dunia islam terkini / Peristiwa Fathul makkah

Peristiwa Fathul makkah

Masalah kelima puluh dua

Pembebasan kota mekkah terjadi di bulan Ramadhan

 

Pada bulan yang penuh berkah ini, kemenangan terbesar bagi umat Islam adalah pembebasan Kota Mekkah.

Allah s.w.t. berfirman, “Sungguh kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakanmu nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 1-2)

Dengan kemangan itu, panji kebeneran dikibarkan dan kota Mekkah menjadi negeri Islam. Dengan kemenangan itu, panji tauhid berkibar menggantikan posisi panji kemusyikan; panji keiman berkibar menggantikan posisi panji kekufuran.

Peperangan ini terjadi karena, setelah terjedi perdamaian antara nabi dan suka Quraisy yang dilakukan di Hudaibiyyah pada tahun ke-6 Hijriyyah. Dalam perjanjian tersebut, setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih: ingin masuk kedalam kelompok Rasulullah, atau ke dalam kelompok  Quraisy. Maka masuklah suku Khuza’ah ke dalam kelompok nabi. Sedangkan suku Bani Bakar masuk kedalam kelompok Quraisy.

Pada masa Jahiliyyah, kedua suku tersebut saling bermusuhan. Bani Bakar pun memanfaatkan perdamaian ini untuk menyerang Khuza’ah. Suku Quraisy tidak tinggal diam. Mereka membantu sekutunya, Bani Bakar, dengan memberikan bantuan tentara dan senjata guna melawan suku Khuza’ah yang sudah menjadi sekutu Nabi.

Dan tindakan yang dilakukan orang-orang kafir Quraisy itu merupakan pengkhianatan terhadap perjanjian yang mereka sepakati bersama Rasulullah. Oleh karena itu, Nabi pun mempersiapkan pasukan Aramram dan Madinah, lalu berdoa, “Ya Allah! Ambillah dan orang-orang Quraisy itu pendengaran dan penglihatan mereka!”

Bersama para sahabatnya, Nabi berangkat menuju kota Mekkah. Beliau memasukkan bala tentaranya itu dan empat arah. Fada saat Rasulullah memasuki tanah suci, di sekitar Ka’bah terdapat sekitar 360 berhala. Beliau mendekati berhala berhala itu, lau dengan pedangnya beliau memukul berhala – berhala itu hingga jatuh ke tanah dan hancur. Lalu Nabi s.a.w. bersabda, “Kebenaran telah datan g, kebatilan pun hancur. Dan kebatilan pasti alcan hancur. Sungguh, kebenaran telah datang. Kebatilan tidak akan terlihat dan kembali lagi.” (HR. A1-Bukhari dan Muslim)

Kemudian Nabi berkhutbah di hadapan para sahabat, “Tiada tuhan kecuali Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Semua kerajaan dan segala puji hanya milik-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, telah menolong hamba-Nya, dan telah mengalahkan musuh-musuh dengan kekuatan-Nya. Wahai segenap kaum Quraisy! Allah telah menghilangkan darimu kesombongan kaum Jahiliyyah dan sikap membangga-banggakafl nenek moyang. Ketahuilah, semua manusia berasal dan Adam! Seme tara Adam tercipta dan tanah. Allah berfirman, ‘Hai manusia! Kami telah menciptakan kalian dan seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sungguh, ora g termulia disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurât: 13)

“Wahai kaum Quraisy! Menurut kalian, apa yang akan aku lakukan terhadap kalian?”

Mereka menjawab, “Kebaikan, wahai saudara kami yang mulia!” Rasulullah bersabda, “Aku akan mengatakan kepada kalian satu perkataan yang diucapkan Nabi Yusufkepada saudara-saudaranya, yaitu ‘Pada han ini tak ada cercaan untuk kalian. Mudah-mudahan Allah mengampuni. Pergilah kalian karena kalian adalah oran g-orang yang bebas.”

Dengan kemenangan ini, Allah telah menyempurnakan pertolongan-Nya, sehingga orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah. Dan negeri Allah pun kembali menjadi negeri yang Islami.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam