Home / dunia islam terkini / Peristiwa sejarah kisah perang badar yang terjadi dibulan ramadhan

Peristiwa sejarah kisah perang badar yang terjadi dibulan ramadhan

Masalah kelima puluh Satu

Perang badar terjadi di bulan Ramadhan

 

Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan. Pada saat itu, Allah memberikan pertolongan kepada kaum muslimin, sehingga mampu mengalahkan kaum musyrikin. Hari terjadinya perang Badar dinamakan dengan hari al-Furqan (pembeda). Karena pada hari tersebut, Allah telah membedakan antara kebenaran dan kebatilan dengan cara memberi pertolongan kepada Rasulullah mengalahkan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq.

Perang ini terjadi pada tahun kedua Hijriyyah. Pada saat itu, Rasulullah bertempur bersama  para sahabat yang berjumlah sekitar 314 orang, sedang kaum masyrikian bersama pasukan-pasukan berkudanya berjumlah sekitar 1000 orang.

Sebelum berperang, Rasulullah meminta kaum muslimin untuk menyampaikan pendapatnya mengenai perang ini. Orang-orang pun berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Miqdad ibn al-Aswad berdiri lalu berkata, “Rasulullah! Lakukanlah apa yang telah diperintah Allah! Demi Allah! Kami tidak akan mengucapkan perkataan yang telah diucapkan oleh Bani Isra’il kepada Nabi Musa, ‘pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sungguh kami hanya duduk menanti disini saja.’ (QS. Al-Ma’idah: 24). Kami akan berperang dan kami akan berada di samping kananmu, di samping kirimu, di depan mu dan di belakangmu.”

Kemudian Sa’ad ibn Mu’adz al-Ausi r.a. berdiri dan berkata, “Rasulullah! Mungkin Engkau merasa khawatir jika orang-orang Anshar tidak akan menolongmu kecuali jika engkau berada di negeri mereka. Ketahuilah, aku berbicara di sini mewakili orang-orang Anshar. Lakukanlah apa yang engkau kehendaki! Putuskahlah tali silitaruhmi dengan orang yang engkau kehendaki! Ambillah dari harta-harta kami apa yang engkau kehendaki! Berikanlah harta itu kepada orang-orang diantara kami yang engkau kehendaki! Kami lebih suka engkau mengambil sesuatu dari kami. Apa yang telah diperintahkan kepadamu, kemudian engkau memerintahkanya kepada kami, maka kami akan mengikuti perintahmu. Demi Allah! Jika Engkau berjalan kaki bersama kami hingga kita sampai di suatu daerah yang sangat gersang, niscaya kami akan berjalan bersamamu. Jika engkau membawa kami ke laut, lalu engkau terjun ke dalamnya, niscaya kami pun akan terjun mengutimu. Sungguh, tidak ada seorang pun di antara kami yang tidak mentaati perintahmu. Dan kami adalah orang-orang yang bersabar ketika sedang berperang dan orang-orang yang dapat dipercaya ketika sudah bertemu musuh. Semoga Allah s.w.t. memperlihatkan sesuatu pada diri kami yang dapat membantu senang.”

Setelah mendengar perkataan-perkataan kaum Muhajirin dan Anshar, Rasulullah pun merasa bahagia. Lalu dia bersabda, “Berjalanlah dan bergembiralah kalian! Demi Allah! Sepertinya sekarang aku sedang melihat suatu kaum yang ahli dan berperang.” Setelah itu, nabi pun berjalan bersama pasukannya, lalu kedua kubu pasukan itu pun bertemu di suatu tempat.

Di antara hikmah yang dapat diambil dari perang yang penuh keberkahan ini adalah kisah Umar ibn al-Hamam. Pada waktu itu Umar ibn al-Hamam hendak makan kurma karena dia merasa laper. Namun ketika kurma-kurma itu sudah berada di tanganya, dia mendengar Rasulullah bersabda, “Wahai orang-orang yang ikut dalam perang Badar! Ketahuilah, jarak antara kalian dan surge sudah dekat. Jika orang-orang kafir membunuh kalian, maka kalian akan masuk ke surga. Mendengar itu, Umair ibn al-Hamam pun berkata, “Alangkah indahnya! Alangkah indahnya! Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang abadi. Mengapa aku harus menunggu hingga aku makan kurma-kurma ini?” Umair pun melemparkan kurma-kurma tersebut, lalu dia berperang hingga akhirnya dia terbunuh di medan perang.

Rasulullah s.a.w. bersabda, “Wahai orang-orang yang ikut dalam perang Badar! Sungguh Allah mengawasi kalian. Lalu, dia berfirman, ‘Lakukanlah apa yang kalian kehendaki! Karena sungguh Aku telah mengampuni dosa-dosa kalian.’ “ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam perang tersebut, terjadi duel satu lawan satu, dimana dalam duel tersebut Allah memberikan pertolongan kepada 3 orang hamba-Nya yang beriman, yaitu Hamzah ibn Abdul Muthalib, Ali ibn Abu Thalib dan Ibnu al-Harits. Ketiga orang tersebut bertarung melawan Syaiban ibn Rabi’ah, Atabah ibn Rabi’ah dan Walid ibn Atabah. Dalam dul tersebut, Allah memengkan orang-orang mukim atas orang-orang kafir. Lalu perang pun dimulai. Saat ini, di barisan musuh Allah banyak yang terbunuh. Ada 70 orang dari mereka yang terbunuh, dan 70 lainnya ditawan. Bendera tauhid pun berkibar.

Di antara keberkahan perang ini adalah ia terjadi pada bulan yang penuh dengan berkah: bulan Ramadhan. Bahkan sebagian besar perang umat Islam terjadi pada bulan ini. Dan banyak kemenangan-kemenangan umat Islam yang diraih pada bulan Ramadhan.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam