Home / dunia islam terkini / perlakuan suami terhadap istri yang sedang haid

perlakuan suami terhadap istri yang sedang haid

APA SAJAKAH YANG BOLEH DILAKUKAN LAKI-LAKI TERHADAP ISTERINYA YANG SEDANG HAID?


Menurut H.R. Jama’ah selain Al-Bukhari

Artinya:

“Dari Anas bin Malik, bahwa orang-orang Yahudi bila isteri mereka sedang haid, maka mereka tak mau makan bersama dan tidak mengizinkan istri mereka itu tinggal di rumah. Maka bertanyalah para sahabat kepada Nabi saw. mengenai itu. Sehingga Allah ‘Azza Wa Jalla menurunkan wahyu kepada beliau: “Wayas’aluunaka……fil mahiidh” dst. (Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid).

Dan sesudah itu Rasulullah saw. bersabda: “Lakukanlah apa saja selain nikah”.

Dan menurut satu Iafazh lain, “selain jima’.”

Baik nikah maupun jima’ maksudnya saya, yaitu bersetubuh.

Menurut H.R. Abu Daud

Artinya:

“Dan dari ‘Iknimah, dari salah seorang isteri Nabi saw., bahwa beliau saw. apabila men ghendaki sesuatu dan isterinya yang sedang haid, maka beliau letakkan sesuatu (penghalang) atas farji isterinya”

Menurut H.R. Al-Bukhari dalam “Tarikh”nya:

Artinya:

“Dan dari Marwan bin Ajda’, katanya: Pernah saya tanyakan kepada ‘Aisyah ra., “Apakah yang boleh dilakukan laki-laki terhadap isterinya bila sedang haid?” Maka jawab beliau: “Apa saja boleh selain farjinya”
Menurut H.R. Abu Daud

Artinya:

“Dan dari Hizam bin Hakim, dari pamannya, bahwa pamannya itu pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: “Apakah yang halal dan isteriku ketika ia sedang haid?’

Jawab beliau: “Boleh kamu lakukan apa saja di atas kainnya”.

Dari hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa bersenang-senang dengan istri dengan bagian tubuhnya itu boleh selain farji, karena farji perempuan yang mengeluarkan haid atau nifas maka tidak boleh bersetubuh ketika itu, jika hanya bersenang-senang dengan bagian atasnya maka itu boleh misal ciuman dan lain-lainnya.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam