Home / dunia islam terkini / PERMASALAHAN SEPUTAR IMAM JAMAAH SHALAT

PERMASALAHAN SEPUTAR IMAM JAMAAH SHALAT

SEBUAH MASALAH

Bolehkah seorang lelaki mengimami jamaah yang hanya terdiri dari kaum wanita saja , tanpa adanya seorang pun laki-laki lain?

Yang benar itu dalam hal ini boleh-boleh  saja, asal dia tidak tergoda atau timbul fitnah yang lain. Dan lebih baik lagi bila ia masih keluarga dekat mereka.

Adapun bila laki-laki itu memimpin jamaah kaum wanita di rumah sendiri, umpamanya, maka jelas itu boleh, karena ada riwayat mengenai Rasulullah saw.:

Artinya:“Bahwa Ubay bin Ka‘ab datang kepada beliau lalu berkata: Ya Rasul Allah, saya telah melakukan sesuatu tadi malam.”Rasul bertanya: “Apa itu?”Jawab Ka‘ab: “Ada beberapa orang wanita bersamaku di rumah. Mereka berkata (kepadaku), “Sesungguhnya engkau pandai membaca sedang kami tidak, maka shalatlah engkau memimpin kami’. Aku pun shalat delapan rakaat dan witir.”Nabi saw. diam saja…… Kata Ka‘ab: “Maka tahulah kami, diamnya itu berarti mengizinkan”. (H.R. Abu Ya’ala dan Ath-Thabrani dengan sanad hasan dalam “Al-Ausath”)

adapun imam wanita atau perempuan dalam islam sudah jelas bahwa itu tidak apa-apa asal dia mengimami sesama wanita.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam