Home / dunia islam terkini / PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN SETELAH BERHENTINYA DARAH HAID

PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN SETELAH BERHENTINYA DARAH HAID

    Pada dasarnya melakukan persetubuhan dengan istri boleh dilakukan kapan saja asal jangan dilakukan tatkala haid ini sebagaimana firman Allah ta’ala :” Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`.

Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

Namun  yang diperserlisihkan oleh para ulama’ disini bila setelah mengeluarkan darah dan berhenti setelah itu. Syaikh Mahmud Khithab As-Subki mengatakan, bahwa menurut kebanyakan para ulama (Jumhur) persetubuhan yang dilakukan sehabis berhentinya darah haid sebelum mandi adalah haram, sekalipun berhentinya itu pada akhir masa haid yang terpanjang.

Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah 2:222 Artinya:“Dan janganlah kamu (hai laki-laki) mendekati mereka (kaum wanita) sebelum mereka suci”. Maksudnya sebelum mereka mandi.

Tapi lain lagi pendapat para ulama Hanafi. Mereka mengatakan: “Bila haid itu telah melewati batas maksimal dan masa haid yang terpanjang, yaitu 10 hari, maka boleh saja bersetubuh, sekalipun darah belum berhenti keluar, atau sudah berhenti tapi belum mandi.

Namun lebih disukai (mustahab) bila persetubuhan dilakukan sesudah mandi.”Dan kata mereka pula, “Sedang kalau darah itu berhenti pada akhir masa haid yang biasa dialami tiap bulannya, sebelum melampaui batas maksimal masa haid tsb. di atas, maka tetap tidak halal bersetubuh sebelum mandi, atau bertayammum manakala tidak ada air…”Hanya lebih hati-hatinya memang harus menghindari persetubuhan bagi wanita yang baru saja habis haidnya sebelum mandi, sekalipun darah itu baru berhenti pada akhir masa haid yang terpanjang. Hal itu karena hati-hati terhadap larangan adalah tebih baik daripada memanfaatkan keizinan.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam