Home / dunia islam terkini / Puasa dan I’tikaf

Puasa dan I’tikaf

Masalah keempat puluh tujuh

Kesepakatan ulama mengenai puasa dan I’tikaf

 

Berikut adalah kesepakatan para ulama mengenai puasa dan I’tikaf:

  1. Jika seseorang berniat setiap malam untuk mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan, kemudian esok harinya dia berpuasa, maka puasanya itu telah sempurna.
  2. Makan sahur merupakan perbuatan yang disunahkan.
  3. Jika orang yang sedang berpuasa muntah dengan tidak disengaja, maka dia tidak dikenai kewajiban apapun. Namun Hasan al-Bashari berpendapat orang tersebut dikenai kewajiban tertentu.
  4. Puasa orang yang muntah dengan sengaja adalah batal.
  5. Orang yang sedang berpuasa tidak dikenai kewajiban apapun jika ada sisa makanan di sela giginya yang tertelan bersama air ludahnya, tetapi dengan syarat hal itu tidak bisa dihindarinya.
  6. Jika seorang wanita memilki kewajiban berpuasa selama dua bulan berturut-turut, lalu ia berpuasa, namun ditengah-tengah pelaksanaanya ia haid, maka ia harus melanjutkan sisanya ketika dia telah suci dari haid.
  7. Orang yang sudah tua, baik laki-laki maupun perempuan, yang sudah tidak mampu lagi untuk berpuasa, boleh tidak puasa.
  8. I’tikaf bukan suatu ibadah yang diwajibkan kepada umat Islam, kecuali jika seseorang telah berniat pada dirinya untuk mengerjakannya.
  9. I’tikaf boleh dilakukan di Masjid Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.
  10. Orang yang sedang melakukan I’tikaf boleh keluar dari tempat I’tikaf dengan tujuan untuk buang air besar ataupun buang air kecil.
  11. Orang yang sedang beri’tikaf dilarang berhubungan badan.
  12. Orang yang berhubungan badan dengan isterinya secara sengaja padahal dia sedang beri’tikaf, maka perbuatanya itu akan membatalkan I’tikafnya.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam