Home / dunia islam terkini / Puasanya Mata

Puasanya Mata

Bagaimanakah Caranya Mata Berpuasa?

 

Mata juga dianjurkan untuk berpuasa. Lalu, puasa seperti apa yang dimaksud?

Puasa mata berupa menahan pandangan dan hal-hal yang diharamkan, memejamkannya dan hal-hal yang kotor dan keji, dan mengunci rapat-rapat pandangannya dan hal-hal yang dilarang oleh Allah.

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sun gguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandan gan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (QS. An-Nûr: 30-31)

Mata itu pelaksana keinginan hati dan pintu jiwa manusia. Hanya ada dua pilihan bagi mata, bisa jadi yang masuk kedalamnya adalah kebaikan, atau bisa jadi seseorang memperoleh azab karena melihat hal-hal yang munkar.

Jagalah pandangan mata! (HR. Bukhari-Muslim)

Orang yang tidak menjaga pandangan matanya maka ia akan memperoleh empat musibah:

Pertama, hatinya akan terpecah menjadi beberapa bagian dan terpencar-pencar. Ia tidak lagi dapat memberikan suatu keputusan. Selain itu, keadaannya tidak akan pemah tenang dan hatinya tidak dapat menghimpun banyak hal. Ia akan merasa kurang dan mengeluhkan perbuatan matanya karena di manfaatkan untuk memandang sesuatu yang buruk.

Kedua, jiwa akan merasa lelah dan tersiksa karena apa yang dilihat tidak bermanfaat dan tidak mendatangkan hasil apapun. Jiwa itu tergantung pada perbuatan mata, ia akan sama-sama merasa rugi, bimbang, dan gundah.

Ketiga, hilangnya semangat ibadah dan manisnya ketaatan akibat pandangan yang salah.

Seseorang tidak akan mendapatkan rasa dan keimanan dan keyakinan yang ada dalam dirinya kecuali dengan menahan pandangan dan dengan menempatkan kelopak kedua matanya dengan benar.

Keempat, akan merasa sangat berdosa dan bersalah. Hal ini disebabkan karena perbuatan dan pandangan mata yang salah. Seseorang tidak akan terjerumus dalam hal-hal yang diharamkan dan jatuh dalam perbuatan keji melainkan karena ia memandang sesuatu yang buruk dan menyia-nyiakan pandangan mata. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dan Allah.

Balasan bagi orang yang mampu menahan pandangan matanya (qhodhul bashar) dan hal-hal yang diharamkan adalah kemampuan untuk dapat merasakan manisnya iman dalam dada dan

Mata, jika engkau longgarkan ikatannya, akan menyusahkanmu

Dan jika engkau lepas, alcan mendatangkan azab bagimu.

Syeikh al-Karmani berkata bahwa orang yang mampu menahan pandangan matanya dan hal-hal yang diharamkan, memakmurkan batinnya dengan ketakwaan, dan mengiringi perbuatannya dengan mengikuti ketetapan as-Sunnah, maka firasatnya tidak akan salah.

“Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Kami bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.” (QS. A1-llijr 75)

Dalam sikap menahan pandangan dan mengendalikan mata terdapat lima kemuliaan dan manfaat:

Pertama, ketaatan terhadap ketentuan Allah dalam segala hal akan didapati dengan menahan pandangan mata. Kenikmatan seperti ini sudah cukup bagi kita untuk dapat memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat.

Kedua, hati akan selamat, subur, dapat menghimpun segala kebaikan, lebih merasa nyaman, tenang, bahagia, dan gembira.

Ketiga, jauh dan fitnah, aman dan segala marabahaya, terhindar dan segala bentuk kesalahan.

Keempat, Allah akan membuka ilmu, pengetahuan, taufik, dan kebaikan-Nya sebagai balasan atas ketakwaannya.

Kelima, Allah akan menganugerahkan kemampuan membedakan yang baik dan buruk ke dalam hati orang-orang yang arif dan memberikan cahaya ilahi ke dalam jiwa orang-orang yang jujur. Itu semua diberikan oleh Allah bagi orang yang mampu menahan pandangannya.

Jika masuk bulan Ramadhan mata dituntut untuk berpuasa, sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah.

Rasa lapar dapat membinasakan kejahatan mata, mengekang kesalahannya, dan membatasi jangkauan pandangannya.

Ketika orang-orang yang lalai membiarkan pandangan mata mereka begitu saja dan mengumbar mata mereka, maka mereka pasti akan teijerumus dalam lembah kemaksiatan dan dalam perbuatan keji.

Banyak sekali manusia yang perutnya dapat berpuasa dan makanan dan minuman namun matanya diumbar melihat hal-hal yang diharamkan. Orang yang berpuasa seperti ini tidak memahami hakikat puasa yang sebenarnya.

Oleh karena itu, hendaklah mata kita senantiasa berpuasa dan hal-hal yang haram, sebagaimana kita berpuasa dan makan dan minum. Semoga dengan mempuasakan mata kita membuat hati kita menjadi sehat dan jiwa kita merasa nyaman.

“Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di datamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak puta din gin yang bersangatan.” (QS. Al-Insân:12-13)

Semoga kesejahteraan terlimpahkan bagi orang yang dapat mempuasakan pandangan kedua matanya untuk mengharap kan keridhaan, rahmat, dan keberkahan dan Allah.[]

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam