Home / fatawa khubro / Ramadhan Menyeru Kita Agar Dapat Membagi Waktu Sebaik Mungkin

Ramadhan Menyeru Kita Agar Dapat Membagi Waktu Sebaik Mungkin

Membagi Waktu Sebaik Mungkin dibulan ramadhan

Begitu cepat umur dan han berlalu. Allah menggambarkan jawaban dan orang-orang yang menghabiskan umurnya dengan bermain-main dan perbuatan sia-sia di hari kiamat dalam firman-Nya, “Allah bertanya, ‘Berapa tahun laman ya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal di bumi sehari atau setengah han, maka tan yakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirinan, ‘Kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu mengetahui.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sungguh Kami menciptakan kamu secara main-main saja dan bahwa tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang mulia.”(QS. Al-Mu’minûn: 112-116)

Seseorang yang saleh mengatakan bahwa umur itu pendek dan jangan memperpendeknya dengan sikap lalai. Sungguh, kelalaian dapat memperpendek waktu dan merusak hari.

Rasulullah bersabda, “Dua kenikmatan yang seringkali banyak orang merugi karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Banyak sekali orang yang sehat, memiliki waktu luang, dan masih memiliki umur yang panjang, namun dirinya tidak memanfaatkan dan menggunakannya dengan sebaik mungkin.

Rasulullah bersabda, “Pada hari kiamat seorang hamba tidak akan beranjak hingga ditanyakan kepadanya empat perkara, salah satunya tentang umurnya, digunakan untuk apa?”

Umur bagaikan mutiara. Orang yang menggunakannyauntuk taat kepada Allah, maka dia akan mendapatkan mutiara tersebut. Dia akan mendapatkannya pada hari di mana harta dan sanak saudara tidak dapat membantunya. Jika dia menggunakan umurnya untuk maksiat, main-main, dan bersend gurau, maka ia akan sangat menyesal kemudian han. Dia akanberkata, “Sungguh kami sangat menyesal atas perbuatan kami.”

Kaum salaf selalu memelihara waktunya. Ada beberapa kisah yang menarik tentang mereka menyangkut hal ini.

Salah seorang di antara mereka ada yang tetap meluangkan waktu untuk membaca al-Qur’an, padahal kematian akan menjemputnya, seperti Junaid ibn Muhammad, hingga anak-anaknya berkata, “Engkau telah mengorbankan jiwa ragamu.”

Ia menjawab, “Tidak ada orang lain persiapkan bekalku kecuali aku sendiri.”

Aswad ibn Yazid, seorang tabi’in, menghabiskan waktu malamnya dengan melakukan shalat. Sebagian sahabat berkata, “Hendaknya kamu istirahat sejenak.”

Sufyan ats-Tsauri sedang berbincang-bincang dengan sejumlah orang. Tiba-tiba dia berdiri dan berkata, “Kita enak enakan duduk di smi sedangkan waktu terus berjalan.”

Di antara kaum salaf ada yang membagi waktu siang danmalamnya menjadi beberapa bagian. Sebagian untuk shalat, tilawah, zikir, tafakkur, menuntut ilmu, mencari rezeki yang halai, tidur, dan tak ada waktu yang disisihkan untuk bermain-main.

Generasi sekarang banyak yang terkena musibah berupa menyia-nyiakan waktu. Hanya orang-orang yang dikasihi Allah yang dapat memanfaatkan waktunya. Orang zaman sekarang lebih banyak tidur, bebuat zalim, dan berlebih-lebihan dalam melakukan hal yang mubah dan yang sifatnya bersenang senang. Mereka menghabiskan waktu untuk duduk-duduk dan berkumpul yang tidak mendatangkan manfaat apapun. Meski perkumpulan mereka tidak untuk maksiat, akan tetapi bisa menjadi jalan menuju kemaksiatan.

Salah satu ibadah yang dapat mengatur waktu dan amal perbuatan kita adalah shalat lima waktu. Allah berfirman, “Sungguh shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisâ’: 103)

Setelah shalat fajar adalah waktu untuk menghafal danmembaca al-Qur’an, berzikir, dan bertafakkur. Dan sejak naiknya matahari hingga waktu zhuhur adalah waktu yang tepat untuk bekerja dan berusaha, mencari rezeki, berdagang, dan menuntut ilmu. Setelah shalat zhuhur digunakan untuk menuntut ilmu dengan membaca buku-buku umum ataupun sejarah. Setelah shalat Ashar digunakan untuk pergi keperpustakaan, menggali potensi, dan berdiskusi. Setelah shalat maghrib dapat dimanfaatkan untuk mengunjungi saudara dan menemui teman-teman. Sedangkan setelah shalat Isya digunakan untuk keluarga lalu tidur. Di akhir malam, bangun untuk melaksanakan shalat malam. Han kamis adalah han istirahat dan sedikit santai dengan melakukan hal-hal yang diperbolehkan. Hari Jum’at adalah hari ibadah, tilawah, berzikir, danmempersiapkan shalat Jum’at dengan mandi, bersiwak, memakai wangi-wangian dan pakaian bagus, serta bersegera pergi ke masjid.

Bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk mengatur waktu bagi seorang muslim dan memanfaatkannya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Orang yang berpuasa seringkali melupakan waktu siangnya untuk beribadah, karena dia sibuk mempersikapkan makanan. Hal ini banyak memakan waktu. Waktu kosong pada orang yang berpuasa dapat digunakan untuk menambah waktu beribadah dan beramal saleh.

Ada sebagian orang yang tidak memahami makna puasa. Orang seperti ini benar-benar sedang berada dalam kelalaian yang besar. Dia menghabiskan waktu siangnya dengan tidur dan waktu malamnya dengan melakukan perbuatan yang sia-sia.

Ya Allah, peliharalah umur kami, teguhkanlah kami, dan jadikan kami selalu berada dalam ketaatan kepada-Mu, tuhan pemilik semesta alam.

About admin

Check Also

FIQIH WUDHU MADZHAB IMAM AL-HANAFI TENTANG MENYENTUH WANITA

Para Ulama madzhab Hanafi mengatakan, bahwa sekedar bersentuhan antara lelaki-perempuan tidaklah membatalkan wudhu’, kecuali bila …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam