Home / dunia islam terkini / RUKUN MANDI WAJIB, HADAS BESAR, JUNUB BAGI PRIA DAN WANITA

RUKUN MANDI WAJIB, HADAS BESAR, JUNUB BAGI PRIA DAN WANITA

 

Rukun mandi  wajib, hadas besar, junub itu ada dua:

  1. Niat
  2. Meratakan air ke sekujur tubuh dan rambut, seperti tersebut di atas.

Menurut H.R. Jamaah selain Al-Bukhari, dan menurut At-Tirmidzi, hadist ini Hasan Shahih.

Artinya:

“Dan Ummu Salamah ra. la berkata: Saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya ini perempuan yang mengikat rambut kepalaku, haruskah saya melukarnya ketika hendak mandi junub?”

Jawab Rasul: “Tak usah, tapi cukuplah kamu menyiram kepalamu tiga kali siraman, kemudian siramlah air banyak-banyak ke atas tubuhmu, maka engkau pun menjadi suci”.

Sedang menurut H.R. Ahmad dan Muslim yang artinya:

“Dan dari ‘Ubaid bin ‘Umair ra. ia katakan: ‘Aisyah mendengar bahwa ‘Ubaidillah bin ‘Amr menyuruh kaum wanita melukar rambut kepala mereka, maka kata beliau: “Aneh benar Ibnu ‘Amr itu, dia suruh orang-orang wanita kalau mandi supaya melukar rambut kepala mereka, atau (jangan-jangan) dia suruh mereka mencukur kepala mereka. Saya sendiri benar-benar pernah mandi bersama Rasulullah. saw. dan satu bejana, dan tak lebih saya siramkan tiga kali siraman ke atas kepalaku”

mengguyur kepala

Tapi riwayat lain mengatakan:

Artinya:

“Dan dari ‘Urwah, dan ‘Aisyah ra. bahwa Nabi saw. bersabda kepadanya ketika dia sedang haid: “Lukarlah rambutmu ¡alu mandilah” (H.R. Enam perawi selain At-Tirmidzi, sedang lafazh di atas adalah menurut lbnu Majah dengan isnad shahih)

 

Artinya:

“Dan dari ‘Aisyah ra. bahwa seorang wanita Anshar pernah bertanya kepada Nabi saw. bagaimana caranya dia mandi dari haid. Maka beliau merangkan kepadanya cara-cara mandi, kemudian sabdanya pula: “Ambillah sepotong kapas yang basah dengan minyak kesturi, lalu bersucilah kamu dengannya.”

Wanita itu masih bertanya: “Bagaimana caranya saya bersuci dengan itu?”

Sabda Nabi: “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya.”

Maka saya tarik wanita itu ke arahku, lalu saya katakan: “Usapkanlah kapas itu rnengikuti bekas darah” (H.R. Jamaah selain At-Tirmidzi, dan dikeluarkan pula oleh Asy-Syafi’i)

 

Dan hadits-hadits di atas ternyata melukar ikatan rambut itu tidak diwajibkan atas wanita ketika mandi. Adapun suruhan bersuci dengan potongan yang dibasahi minyak kesturi, yang dimaksud ialah potongan kain, kapas atau apa saja, yang dibasahi minyak kesturi atau minyak lain apa saja. Karena tujuannya ialah asal bekas tempat darah itu menjadi harum dan hilang baunya yang tidak sedap. Dan itu menurut para Fuqaha, sunnah dilakukan.

Dan timbullah kini satu masalah, bagaimana halnya dengan rambut yang dikelabang, perlukah kelabang itu dilukar ketika mandi?

Agar tidak menyulitkan, maka bolehlah cukup dengan mengguyurkan air banyak-banyak sehingga membasahi kulit kepala benar-benar. Dan kalau besar dugaan bahwa air tidak sampai ke sana, maka siramlah air sekali lagi. Karena pada pangkal, setiap lembar rambut terdapat janabat, sebagaimana Rasulullah saw. pernah katakan.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam