Home / dunia islam terkini / TATA CARA BERWUDHU MENURUT ROSULLOH SAW KETIKA BERPUASA

TATA CARA BERWUDHU MENURUT ROSULLOH SAW KETIKA BERPUASA

Berikut adalah urutan-urutan fardhu berwudhu :Pertama: niat, arti niat berwudhu yakni sengaja menyengaja wudhu. Sedang tempat niat itu dalam hati, dan dilakukan pada permulaan wudhu’. Jadi seandainya ada salah satu anggota yang dibasuh sebelum niat atau pun niat setelah wudhu, itu tidak sah, dan wajib diulangi. Dan tak apalah bila niat itu dilakukan menjelang wudhu’, asal jangkanya niat itu jangkanya –menurut adat (‘uruf)- tidak terlalu lama. Karena menurut hukum niat itu sebenarnya sudah ada.Kemudian berkumur dan istinsyaq para ulama; berbeda pendapat akan kewajiban keduannya, akan tetapi yang paling kuat dalam menentukan hokum keduannya adalah wajib, oleh karena itu jika kita tidak melakukan keduannya ( berkumur dan istinsyaq ) maka wudhu kita tidak sah. Dan banyak juga yang berpendapat bahwa berkumur dan istinsyaq itu dihukumi wajib karena keduanya termasuk satu paket hukumnya dengan membasuh wajah, artinya membasuh wajah itu dimulai dengan berkumur dan istinsyaq.  Jika kita sedang berpuasa maka jangan melakukan istinsyaq begitu mendalami karena dikhawatirkan nanti akan masuk dalam tenggorokan dan tertelan kedalam perut dan menjadikan puasa kita batal karenanya.

Kedua: cara mengambil air wudhu pertama kali untuk Membasuh seluruh permukaan wajah dengan air yang suci, satu kali. Adapun basuhan berikutnya, itu bukan fardhu. Perlu diterangkan di sini, bahwa batas wajah memanjang  –bagi wanita– ialah dari tempat yang biasanya mulai ditumbuhi rambut pada dahi bagian atas, sampai bagian dagu paling bawah. Maksudnya, bagiãn ini wajib dibasuh. Dan begitu pula wajib dibasuh kedua pelipis yang ada di sebelah kiri-kanan kening, bagian wajah yang ada di bawah cuping telinga. Adapun dalamnya mulut dan telinga tidaklah termasuk wajah, oleh karena itu tidak wajib dibasuh.

Ketiga: membasuh kedua tangan sampai ke siku, satu kali tapi rata. Lekuk-lekuk kulit pada jari-jari, dan begitu pula ujung jari yang tertutup oleh kuku yang panjang, semuanya harus terkena air. Bagi orang yang tangannya terpotong pada bagian yang mestinya wajib dibasuh, maka sisanya yang masih ada, wajib pula dibasuh. Sedang kalau terpotongnya dari siku, maka tempat terpotongnya itulah yang wajib dikenai air.

Keempat: mengusap kepala satu kali. Adapun seberapa banyakah yang harus diusap, itu bisa kita lihat pembahasannya secara terperinci menurut madzhabnya sendiri-sendiri. Hanya yang lebih hati-hati tentu saja diusap seluruhnya. Tapi kedua telinga tidak wajib diusap, karena bukan termasuk kepala.

Kelima : membasuh satu kali kedua kaki sampai ke mata kaki, yaitu dua tulang yang menonjol pada ujung betis, persis di atas telapak. Periksalah kedua tumit anda, sudahkah terkena air. Dan begitu pula retakan-retakan yang ada pada bagian bawah telapak kaki, kalau ada. Bagi yang kakinya tcrpotong pada bagian yang mestinya wajib dibasuh, maka sisanya wajib dibasuh. Tapi kalau seluruh bagian yang wajib dibasuh terpotong semua, maka tidak perlu bagi membasuh kaki.

Keenam : tertib dalam mensucikan keempat anggota tsb. di atas menurut urutan yang tercantum di dalam Al Qur’an Al ‘Aziz. Jadi basuhlah wajah terlebih dahulu, kemudian kedua belah tangan, sesudah itu usaplah kepala, dan terakhir membasuh kedua kaki

Ketujuh: berturut-turut (mualat) dalam mensucikan seluruh anggota wudhu’, jangan sampai antara dua anggota berselang cukup lama sehingga anggota yang pertama kering, padahal waktu, tempat maupun cuacanya biasa-biasa saja. Dan dalam hal ini anggota yang diusap dianggap mendapat basuhan. Jadi yang dimaksud terlambat mengusap anggota wudhu’ berikutnya hingga anggota itu kering, maksudnya ialah andaikan anggota yang diusap itu dibasuh.

Dalam wudhu boleh kita memanjangkan wudhu kita misalnya mdalam membasuh tangan pada dasarnya membasuh tangan hanya sampai batas siku saja, akan tetapi jika ingin memanjangkannya lebih dari batas normalnya maka itu tidak apa-apa sebagaimana yang banyak disebutkan dalam hadits Nabi yang terkenal

 

:”” انَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرَّا مُحَجَّلينَ مِنْ آثَارِ الوُضُوءِ ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ  متفقٌ عَلَيْه

Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan dipanggil dengan cahaya putih berseri-seri (di wajah dah kaki) karena bekas wudhu, maka barangsiapa yang ingin memperlebar cahayanya, hendaklah ia melakukannya (memperbanyak wudhu)”. (Muttafaq ‘alaih).

Namun Nabi SAW juga melarang orang berwudu dengan tergesah-gesah sebab itu akan menjadikannya masuk neraka dan tidak menjadikannya cahaya besok dihari qiamat, sebagaimana hadits Nabi SAW

:” عنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ تَخَلَّفَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ سَافَرْنَاهُ فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقْنَا الصَّلاَةَ صَلاَةَ الْعَصْرِ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا ، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ « وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ » . مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثً

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Kami pernah tertinggal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu safar. Kami lalu menyusul beliau dan ketinggalan shalat yaitu shalat ‘Ashar. Kami berwudhu sampai bagian kaki hanya diusap (tidak dicuci, -pen). Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil dengan suara keras dan berkata, “Celakalah tumit-tumit dari api neraka.” Beliau menyebut dua atau tiga kali. (HR. Bukhari no. 96 dan Muslim no. 241).

 

Incoming search terms:

  • cara berwudhu saat puasa

About admin

Check Also

Hal yang diperbolehkan bagi orang yang sedang puasa

Masalah ke empat puluh Apa yang dibolehkan bagi orang berpuasa ?   Hal-hal yang tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam