Home / dunia islam terkini / Tata cara shalat tarawih dan berapa rakaat yang digunakan Rosululloh SAW

Tata cara shalat tarawih dan berapa rakaat yang digunakan Rosululloh SAW

Masalah kedua puluh enam

Seperti apakah Shalat Tarawih yang diajarkan Rasulullah ?

dalam hal ini bacaan shalat tarawih mungkin tidak akan dibahas dalam pembahasan kali ini, namun dalam hal ini kita lebih membahas rakaat yang digunakan Rosululloh SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah r.a berkata,

“Rasulullah s.a.w tidak pernah melaksanakan shalat lebih dari 11 rakaat, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya. Rasulullah melaksanakan shalat 4 rakaat dan jangan kalian tanyakan tentang bagus dan panjangnya rakaat-rakaat itu. Kemudian, Rasulullah melaksanakan shalat 4 rakaat dan jangan kalian tanyakan juga tentang bagus dan panjangnya rakaat-rakaat itu. Setelah itu, beliau melaksanakan shalat 3 rakaat.” Aisyah berkata “Rasulullah! Apakah engkau tidur sebelum shalat witir?” Rasulullah s.a.w menjawab, “Aisyah, meskipun kedua mataku tertidur, tetapi hatiku tidak tertidur.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa Rasulullah s.a.w melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadahn sebanyak 11 rakaat. Bagi yang ingin melaksanakan lebih dari itu, maka hal itu dibolehkan. Tetapi, yang lebih utama adalah melaksanakannya sebanyak 11 rakaat seperti yang dilakukakn oleh Nabi.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi s.a.w melaksanakan shalat malam sebanyak 10 rakaat, shalat witir satu rakaat, kemudian dia shalat Fajar dua rakaat. Maka, semuanya menjadi 13 rakaat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari sini dapat dipahami bahwa pendapat yang mengatakan Nabi s.a.w melaksanakan shalat malam sebanyak 13 rakaat, maksudnya adalah bahwa hal itu sudah termasuk dua rakaat shalat Fajar. Jadi, shalat malam yangdilakukan Nabi, sebanyak 11 rakaat.

Pada riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah pernah melaksanakan shalat malam 13 rakaat. Dari ke-13 rakaat itu, Rasulullah mengerjakan shalat witir 5 rakaat. Beliau tidak duduk dalam satu rakaat pun kecuali pada rakaat yang terakhir. (HR. Muslim)

Riwayat ini dapat ditafsirkan dengan riwayat yang sebelumnya yaitu bahwa ke-13 rakaat itu sudah termasuk dua rakaat shalat Fajar sebagaimanatelah dijelaskan di atas.

Mengenai perbuatan yang sering dilakukan sebagai umat Islam di sejumlah masjid, di mana mereka mengerjakan shalat Tarawih pada awal malam, kemudia mereka berkumpul  kembali di masjid mengerjakan shalat malam di akhir malam saya tidak pernah mengetahui hal seperti itu secara berjamaah. Akan tetapi, hanya tabiin melakukan hal seperrti itu secara berjamaah. Akan tetapi yang dikenal di kalangan kaum Salad adalah mereka hanya mengerjakan Shalat malam satu kali saja setelah shalat Isya.

Mengenai berkumpulnya mereka di masjid sebanyak dua kali, hal seperti itu tidak pernah dijelaskan sebuah hadits shahih ataupun sebuah riwayat, serta tidak pernah dipraktekkan oleh para sahabat dan tabiin. Oleh karena itu, hal terbaik yang perlu dilakukan adalah mengerjakan shalt tarawih secara berjamaah di awal malam atau mengerjakan shalat malam di akhir malam. Inilah perbuatan yang lebih mendekati sunnah Nabi.

Selain itu, lebih baik jika umat Islam mencukupkan diri hanya dengan mengerjakan shalat malam sebanyak 11 rakaat. Diman dalam rakaat-rakaat itu mereka membaca ayat-ayat al-Qur’an yang mudah, lalu memperbagus sujud,ruku’, dan kekhusyukan dalam shalat. Hal itu dimaksudkan agar perbuatan mereka dapat mendekati sunnah Rasulullah.

 

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam